Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2023

Motivasi untuk Mendorong Spirit Konsistensi dalam Dunia Menulis

Gambar
Lho lho lho..... kok ada dua flayer dalam satu jendela resume?  Iya nih, malam ke 20 Kelas Belajar Menulis Nusantara PGRI gelombang 30 ini memang ada info yang dishare. Flayer Yang pertama yang dishare oleh Om Jay Founder KBMN adalah materi tentang pemasaran dan teknik promosi bersama Bapak Agus Subardana, S.E., M.M. dengan dimoderatori manusia banten Om Dail Ma'ruf, M.Pd. Mungkin karena Pak Agus sebagai narasumber ada suatu udzur mendadak yang tidak bisa disambi untuk mengisi materi, akhirnya langsung deh gercep miminnya dari Tim Solid dari Bapak Damar alias Bapak Dail Ma'ruf sebagai moderator beralih menjadi Narasumber dengan mengambil materi Motivasi Menulis. Lha terus, momodnya siapa? Tenang, namanya juga TSO yang keren. langsung deh Koh Sim Chung Wei, S.P. membersamai Om Damar menjadi moderator untuk berduet maut membersamai peserta KBMN gelombang 30 untuk materi Narsumnya yang membahasa tentang Motivasi Menulis dan Menerbitkan Buku. Jadilah Flayernya saya sertakan dua... ...

Resume ke 19 Dokumentasikan Refleksi Diri Siwa Kita di Blog

Gambar
  Idealnya sebagai pendidik kita harus tahu bahwa tugas utama dalam proses pembelajaran adalah merencanakan pembelajaran yang minimal kita menyusun modul ajar yang merupakan breakdown dari prota, promes yang sudah kita susun. Kemudian melaksanakan apa yang sudah direncanakan ke dalam proses pembelajaran pada setiap tujuan pembelajaran yang akan dicapai oleh murid kita di dalam kelas dengan sintak yang disesuaikan dengan kegiatan pembuka, inti dan penutup. Tugas lainnya adalah melakukan penilaian dalam rangka mengukur capaian murid susai dengan tujuan pembelajaran. Tidak lupa bahwa setiap kegiatan tersebut juga, kita sebaiknya mengevaluasi proses pembelajaran tersebut apakah sudah sesuai atau belum dengan apa yang kita harapkan pada murid kita yang kemudian untuk merefleksikannya demi perbaikan atau peningkatan dari sebuah proses pembelajaran selanjutnya. Salah satu kegiatan dalam proses pembelajaran hendaknya juga memerlukan sebuah media baik dalam kegiatan inti, penilaian ataupun ...

Memanfaatkan PMM sebagai Sarana Menulis bagi Guru

Gambar
 wah... sobat guru, gimana nih?  sudah sampai topik berapa?  sudah dapat sertifikat berapa?  Begitulah kira-kira, pertanyaan yang sering muncul pas lagi ada momen bahas platform pengembangan diri sebagai pendidik. Platform Merdeka Mengajar, sebuah terobosan mas menteri pendidikan, kebudayaan riset dan teknologi Muhammad Nadiem Anwar Makariem dalam dunia pendidikan sebagai sarana pengembangan diri dalam kebijakan yang luar biasa, yaitu Merdeka Belajar.  Di pertemuan ke 18 Komunitas Belajar Menulis Nusantara ke 30 punya terobosan baru juga dalam memberikan materi yang update dengan dunia pendidikan yang digagas mas menteri yang biasa kita sebut dengan nama pak Nadiem. Materi KBMN tersebut adalah tentang Pemanfaatan PMM sebagai Media menulis sebagai sarana pengembangan diri sebagai seorang pendidik dalam kaitannya ketrampilan menulis.  Di dalam pembahasan materi Pemanfaatan PMM sebagai Media Menulis, KBMN gelombang 30 mengamanatkan Ibu Helwiyah, S.Pd., M.M. da...

Wriring by Heart is Menulis dengan Hati

Gambar
  Bila kamu di sisiku, hati rasa syahdu Satu hari tak bertemu, hati rasa rindu Kuyakin ini semua, perasaan cinta Tetapi hatiku malu, untuk menyatakannya ( bacanya sambil nyanyi ya.... 🥰 )  Dua bait syair lagu ciptaan dari sang maestro dangdut yang dijuluki raja dangdut Rhoma Irama seketika terlintas saat membaca flyer di group Whatssap kelas ke-17 Komunitas Belajar Menulis Nusantara ke 30 sore tadi sekitar pukul 16.12 WIB. Kok ya tambah penasaran tingkat ubun-ubun juga dengan caption dari sang moderator mbak Arofiah Afifi, S.Pd. Bu momod yang nama beken di dunia penggiat literasi sering di sebut mawar Sofia ini, menuliskan capture sebuah pertanyaan pancingan yang cukup menantang " bagaimana agar tulisan kita bisa datang dari Hati?Kuncinya adalah  tulislah tulisan dengan ketajaman emosi ." Apa hubungannya ya sob menulis dengan bait lagu syahdu di atas....? Jangan-jangan bang haji Rhoma Irama pada saat menulis syair lagu yang berjudul syahdu tersebut,      b...

Menulis Buku Cerita Digital di Era Serba Digital

Gambar
  Zaman semakin berubah, peradaban juga semakin berubah. Bahkan pola fikir manusianya pun seiring sejalan mengalami perubahan. Maka, selayaknya kita tidak bisa apatis terhadap segala perubahan yang terjadi di alam semesta ini. Apalagi kita dihadapkan dengan kecanggihan teknologi yang serba digital di era digitalisasi. Semua kalangan pada era tersebut sudah sebagian besar bahkan cenderung secara keseluruhan sebagai konsumen baik muda, tua bahkan anak kecil sekalipun.  Menarik sekali pertemuan ke 16 di gelombang 30 Komunitas Belajar Menulis Nusantara malam ini bersama Ibu Narasumber yang super enerjik dan gambalang penjelasannya Ibu Nur Dwi Yanti, S. Pd. M. Pd. Pertemuan KBMN ini, Ibu Narasumber yang biasa dikenal NDY di moderatori oleh ibu yang kalem, kelihatan keibuannya Ibu Raliyanti. Sebuah kolaborasi yang apik dalam membawakan materi tentang Menulis Buku Cerita Digital.  Ya sangat setuju dengan pernyataan Ibu Raliyanti memoderasi bahwa di era serba digital dengan titik...

Yukz.. Mengkonsep Buku Non Fiksi!

Gambar
  Halo sobat guru.... Selamat menikmati hari dengan membaca sebuah ulasan dari saya melalui tulisan yang membahas Konsep Buku Non Fiksi sebagai pegangan seorang pendidik. Ulasan ini saya dapat dari materi Komunitas Belajar Menulis Nusantara PGRI gelombang 30 pada hari ke 15 bersama Ibu Musiin, M. Pd. sebagai pematerinya. Seorang wanita yang biasa dipanggil Bu Iin dari kota Tahu Takwa Kediri. Seperti biasa, materi Konsep Buku Non Fiksi di kelas KBMN ini selain narasumber  sebagai pemateri juga dibersamai oleh moderator untuk mengatur jalannya kelas tetap lancar. Pertemuan ke 15 ini dimoderatori mbak yang ramah secara pembawaan dan bahasanya, Yandri Novita Sari, S Pd. Materi dibuka dengan pertanyaan pemantik oleh narasumber yang kebetulan juga sebagai Kepala SMPN 3 Grogol Kediri melalui aplikasi padlet mengenai tujuan, motivasi dan harapan peserta dalam mengkosep buku Non fiksi sebelum membahas lebih jauh tentang materi inti.  Pendidikan tidak lepas dari membangun peradaban...

Tahapan Menulis Buku yang Sistematis

Gambar
Sesaat pas membuka gawai, terdengar dari balik malam lantunan merdu memecah hening. Suara merdu adzan yang bersumber dari speaker toa mushola Kampung saya Al Mujaddid.  Nampaknya sih, suara khas bocah yang sama pada malam-malam sebelumnya. Maklum, kampung kecil yang minim komunitas laki-laki karena kebanyakan pemuda setelah menamatkan pendidikan yang mayoritas hanya sampai lulusan SD lebih banyak merantau ke Ibu Kota. Isyanan dulu deeh....  Selepas Sholat isya, sembari menyimak materi Komunitas Belajar Menulis Nusantara gelombang 30 di sesi belajar di hari ke 14. Berasama Narasumber yang infonya joss gandossgandoss, muda, enerjik  Bapak Yulius Roma Patandean, S.Pd. Papar mbak moderator Mbak Lely Suryani, S. Pd. SD, malam ini Pak Narsumnya di impor dari tanah seberang tepatnya di Bumi Lakipadada,Tana Toraja dengan kedalaman ilmu yang melimpah bak sumur yang siap ditimba airnya sehingga pak Yulius ini dijuluki Guru Literasi KBMN.  Alhamdulillah...dengan ditemani duo pu...

Bercengkrama malam ke 13 dengan Pantun

Gambar
Disana gunung disini gunung Di tengah-tengah pulau Jawa Wayangnya bingung dalangnya bingung yang penting bisa ketawa Tahu kan jargon pantun di atas di acara apa?  Jargon pantun yang saya tulis adalah jargon khas salah satu acara komedi di salah satu acara televisi swasta Naaional dengan personil Parto, Sule, Aziz Gagap, Olga almarhum, Nunung, Andre dengan alur cerita nyleneh seperti layaknya wayang golek. Ada dalangnya ada wayangnya sebagai pemerannya. Biasanya, Jargon pantun didengungkan pas akhir acara mau kelar tanda tutup pagelaran komedinya. Ngomongin jargon pantun. Jadi pas dengan Tema kelas hari ke 13 Komunitas Belajar Menulis Nusantara gelombang 30 tentang  KAIDAH PANTUN Bersama Narasumber dari alumni KBMN gelombang 17 sekaligus Guru Penggerak Angkatan 5 Kota Demak sang Ahli pantun Mas Miftahul Hadi, S. Pd. Seperti biasa, Narasumber selalu dipartneri sama sang momod yang malam ini dibersamai sama Ibu Helwiyah, S Pd. M.M yang biasa disapa Bu Ewi.  Siapa yang tak ke...

Pentingnya Proofreading Sebelum Tulisan Terbit

Gambar
Hallo sobat guru Nusantara... Selamat memperingati Hari Pahlawan 10 November yang ke 78. Semoga titah perjuangan seluruh pahlawan yang sudah gugur pada masa saat merubah bangsa ini, bisa kita teruskan lewat perjuangan lain sesuai dengan porsi kita demi mewujudkan bangsa yang merdeka, beradab, berkeadilan, dan sejahtera. Teringat, siang tadi pada saat sesi presentasi sebuah laporan perjalanan pendidikan guru penggerak, salah satu rekan guru menampilkan hasil tulisannya untuk di presentasikan. Kebetulan hasil tulisannya terkesan kurang sreg atau kurang pas karena banyak tulisan yang typo atau banyak yang salah ejaan. Ya maklum, tenggat waktu pengerjaan laporan dengan isi 3 Bab hanya hitungan hari jadi kurang maksimal. Tapi tetep saja banyak koreksi karena tidak sesuai atau pas dengan aturan penulisan, baik ejaan, typo atau lainnya sampai gemes instruktur pengujinya.  Kait punya kait, secara kebetulan setelah beberapa lama sesi presentasi selesai, sembari sedang duduk santai menikmati...

Sekolah ada majalahnya? Yuk, Kelola yuk!

Sebagai seorang pendidik, sekolah merupakan rumah kedua bagi kita.  Darimana orang faham tentang sekolah kita? Bisa dari diri kita sendiri sebagai role model, ataupun dari orang lain sebagai perpanjangan informasi dari kita.  Lantas bisakah kita mengenalkan sekolah kita lewat media sosial atau media cetak?  Bagaimana jika sekolah kita ingin dikenal secara luas oleh khalayak ramai?  Selain dengan bantuan medsos, kita bisa mengenalkan sekolah kita lewat tulisan di Majalah Sekolah lho...  Hmmmm, pasti rumit.  Mau tahu cara yang tidak rumit, mudah dan sederhana untuk membuat majalah sekolah?  Yuk.. Yuk.. Yuk... markicuzzz Malam ini, kebetulan di pertemuan ke 11 Komunitas Belajar Menulis Nusantara gelombang 30 bersama pemateri yang sekaligus Pimred majalah sekolah  KHARISMA di MI Khadijah Malang Ibu Widya Setianingsih, S. Ag. Dengan dipandu oleh besti kenthel si narasumbernya, moderator cantik Mrs. Nur Dwi Yanti, M. Pd. mengenai *MENGELOLA MAJALAH SEKO...

Menulis Cerita Fiksi, Siapa Takut?????

Tokoh fiksi yang membuat berkelana pada zaman ketika saya kecil adalah Pendekar Chinmi di komik Kungfu Boy. Meskipun dengan runtutan cerita rekaan atau tidak nyata yang membawa saya berimajinasi mengikuti alur tapi saya suka sangat, saya tetap anggap Chinmi itu kerenn. Bahkan sampai sekarang saya masih koleksi komiknya. Lha kok ya, sekeren itu ya tokoh dan ceritanya? Padahal Cerita Fiksi...  Wah, jadi penasaran nih. Setelah segede ini sebagai seorang yang sehari-hari berhadapan dengan banyak bocah di sekolah, dimana dunia bocah ya mesti dipenuhi dengan bermain, suka kalau di ceritain dongeng atau kisah meskipun dari negeri antah brantah yang tidak ad dalam kenyataan. Selain menarik, cerita juga dapat melatih literasi bocah lagi.  kebetulan malam ini, di kesempatan kuliah Komunitas Belajar Menulis Nusantara gelombang 30 pertemuan ke 10 pas dengan bahasan " Kiat Menulis Cerita Fiksi" oleh Narasumber Bapak Sudomo, S.Pt seorang yang hebat dalam dunia tulis menulis fiksi. Beliau j...