Tahapan Menulis Buku yang Sistematis
Sesaat pas membuka gawai, terdengar dari balik malam lantunan merdu memecah hening. Suara merdu adzan yang bersumber dari speaker toa mushola Kampung saya Al Mujaddid. Nampaknya sih, suara khas bocah yang sama pada malam-malam sebelumnya. Maklum, kampung kecil yang minim komunitas laki-laki karena kebanyakan pemuda setelah menamatkan pendidikan yang mayoritas hanya sampai lulusan SD lebih banyak merantau ke Ibu Kota. Isyanan dulu deeh....
Selepas Sholat isya, sembari menyimak materi Komunitas Belajar Menulis Nusantara gelombang 30 di sesi belajar di hari ke 14. Berasama Narasumber yang infonya joss gandossgandoss, muda, enerjik Bapak Yulius Roma Patandean, S.Pd. Papar mbak moderator Mbak Lely Suryani, S. Pd. SD, malam ini Pak Narsumnya di impor dari tanah seberang tepatnya di Bumi Lakipadada,Tana Toraja dengan kedalaman ilmu yang melimpah bak sumur yang siap ditimba airnya sehingga pak Yulius ini dijuluki Guru Literasi KBMN.
Alhamdulillah...dengan ditemani duo putri sholehah dan secangkir susu panas dari istri tercinta, memberi semangat mood boster pada jemari ini menari diatas lepi menulis resume dan mata fokus menyimak paparan materi di group WA KBMN di hari ke 14 tentang LANGKAH MENYUSUN BUKU SECARA SISTEMATIS, menambah memberi rasa hangat lagi nyaman suasananya.
Bagaimana sih menyusun buku secara sistematis?
Sebetulnya hai sobat guru, kita sering melakuakan kegiatan menulis dengan posting tulisan atau capture di media sosial, misalnya di grup WA, FB, Twitter, IG, dll.
Nah..tulisan-tulisan itu kan sebenarnya adalah ide kita yang bisa dipoles menjadi karya yang lebih bermanfaat, yakni menjadi tulisan buku.
Berdasarkan pengalaman dari pak Yulius yang sudah berhasil membuat 20an buku solo dan antologi, dengan segudang kesibukan yang luar biasa sebagai PNS namun masih aktif menulis. Sebetulnya,semua tulisan bisa menjadi naskah buku. beliau memberikan tips sederhana kalau-kalau tulisan yang dibuat bisa dikembangkan menjadi naskah untuk sebuah buku, maka belaiu langsung membuat rancangannya untuk buku solo. Jika naskahnya sulit dikembangkan, maka beliau cuma terbitkan menjadi naskah antologi atau di blog-blog tertentu. Tentunya dengan modal tahu dan menerapkan langkahnya dalam menyusun sebuah buku agar sistematis, menarik dong.
Apa saja? berikut ulasan bagaimana tahapan-tahapan untuk menyusun buku yang sistematis.
1) Kumpulkan semua naskah yang ada, berikan judul untuk menjadi judul bab. Jika memungkinkan buatkan sub judul agar mudah dikembangkan. Tiap Sub Judul merupakan bagian dari judul besar yang dibuat.
Contoh:
Dari Judul: Mencintai.
Sub Judul 1: Mencintai Karena Jodoh
Sub 2: Mencintai Karena Terpaksa
Sub Judul 3: Mencintai Karena Materi
Sehingga tiga sub judul adalah elaborasi dari judul Utama
2) Jika naskahnya sudah ada satu-dua paragaraf, tapi mentok idenya habis, maka sederhanakan kalimatnya. Kalau bisa, hindari penggunaan kalimat majemuk dan kalimat kompleks. Gunakan kalimat sederhana. Misalnya, satu kalimat memuat maksimal 9 kata. Untuk kalimat berikutnya, upayakan ambil satu kata dari kalimat sebelumnya untuk menjadi bahan kalimat berikutnya.
Contoh: KBMN adalah sebuah grup menulis guru-guru se-Indonesia. Grup ini memiliki founder bernama Dr. Wijaya Kusumah, M.Pd. Hingga saat ini, grup ini telah memiliki 30 angkatan. Banyak penulis lahir dari setiap angkatan. Saya adalah salah satu penulis alumni angkatan kesembilan. Pertama jadi alumni, sekarang berbagi ilmu kepada angkatan baru.
3) Cara lain yang saya gunakan adalah mengembangkan ide atau melakukan elaborasi menggunakan contoh. Cara ini lebih simple dan mudah dilakukan. Bahkan dengan lebih banyak contoh, akan lebih mudah dipahami pembaca.
Contoh: KBMN memiliki banyak jaringan penulis ternama untuk menjadi narasumber. Para narasumber berasal dari berbagai latar belakang. Ada yang merupakan pemilik percetakan buku, penulis novel, penulis buku ajar, penulis dongeng, penulis artikel, pakar jurnal, dll. Penulis novel antara lain: Jacky Chan, Jet Lee, Sylvester Stallone, Andy Lau dan Ganjar Harimansyah.
4) Setelah step 1 sampai 3 sudah ditapaki. Sekarang mestinya naskah telah siap. Saatnya melakukan pengeditan untuk menjadi draft buku yang sudah dilengkapi daftar isi, halaman, indeks, daftar pustaka dll.
5) Nah, untuk membuat bagian-bagian buku yang sistematis, Pak Yulius memberikan tips yang sering biasa dilakukannya dengan cara yang ada di vidio baik channel youtube atau referensi lainnya. salah satu cahannel youtubenya adalah https://youtu.be/eePQwyHAcjw?si=qspU9eumtqSZBU7r
6) Pilih aplikasi atau fasilititas media yang paling mudah untuk menuangkan naskah agar tersusun sistematis.
Kalau yang recomended sih bisa memilih fasilitas dari MsWord untuk membuat naskah tersusun sistematis dibandingkan dengan aplikasi. Karena dengan fitur MsWord, pengeditan dan penataan naskah bisa tanpa jaringan internet.
Atau mungkin bisa juga menggunakan software seperti Sotero atau Mandeley.
Wah, lagi hangat-hangatnya bahasan. Sayang, materi tahapan sederhana menyusun buku yang sistematis harus terputus pada 6 langkah simpel. Ya mengingat kesibukan luar biasa pak Narsumnya juga sih yang sedari pagi sudah komit dengan segala kegiatan dan mitigasi resikonya. Alhamdulillah masih juga bela-belain kasih ilmu meski masih dalam kondisi menemani anaknya tidur. Haturnuhun pak Yulius, pokoknya mantab surantabzz...
Semangat untuk kita semua yang sedang manjahit renda karya dalam sebuah karya.
Teruslah menulis dengan cara masing-masing. Jangan berhenti menulis agar bisa menjadi bagian dari peradaban. Tinggalkan jejak yang mulia dan murah meriah di dunia dengan menulis. (red_yulius)

Kereen mengalir
BalasHapus