Sekolah ada majalahnya? Yuk, Kelola yuk!

Sebagai seorang pendidik, sekolah merupakan rumah kedua bagi kita. 

Darimana orang faham tentang sekolah kita? Bisa dari diri kita sendiri sebagai role model, ataupun dari orang lain sebagai perpanjangan informasi dari kita. 

Lantas bisakah kita mengenalkan sekolah kita lewat media sosial atau media cetak? 

Bagaimana jika sekolah kita ingin dikenal secara luas oleh khalayak ramai? 

Selain dengan bantuan medsos, kita bisa mengenalkan sekolah kita lewat tulisan di Majalah Sekolah lho... 

Hmmmm, pasti rumit. 

Mau tahu cara yang tidak rumit, mudah dan sederhana untuk membuat majalah sekolah? 

Yuk.. Yuk.. Yuk... markicuzzz

Malam ini, kebetulan di pertemuan ke 11 Komunitas Belajar Menulis Nusantara gelombang 30 bersama pemateri yang sekaligus Pimred majalah sekolah  KHARISMA di MI Khadijah Malang Ibu Widya Setianingsih, S. Ag. Dengan dipandu oleh besti kenthel si narasumbernya, moderator cantik Mrs. Nur Dwi Yanti, M. Pd. mengenai *MENGELOLA MAJALAH SEKOLAH*. 

Kebestian narsum dan moderator sangat jelas terasa hangat menyapa pembukaan kelas, terbukti dari canda riuh kompak mereka membuat karya buku duet kompilasi puisi hanya dalam 2 bulan saja membawa suasana penuh semangat penghuni kelas. 

Sobat guru sekalian, sepakat nggak kalau dikatakan bahwa majalah sekolah adalah wadah yang fantastis untuk mengekspresikan kreativitas, membagikan berita dan cerita, serta mempromosikan bakat dan prestasi siswa? 

Nggak cuma itu, majalah sekolah juga bisa jadi cerminan kehidupan di lingkungan pendidikan untuk menampilkan bakat, wawasan, dan pencapaian semua individu yang berkontribusi dalam pembentukan komunitas Sekolah. 

Coba bayangkan hai sob, bagaiamana perasaanya saat ada foto kita, foto anak kita terpampang di sebuah artikel majalah? Entah itu karena prestasi, atau sekedar foto selvi saat melakukan kegiatan sekolah. 

Pasti bangga, bercampur senang bukan???

Setiap sekolah sebagai STAKE HOLDER dalam dunia pendidikan, tentunya kita ingin dong dikenal oleh khalayak luas. Baik sekolah negeri, lebih-lebih sekolah swasta. Kan sebagai lembaga formal bisa menjadi media komunikasi, promosi, dan sosialisasi dengan orangtua, masyarakat. 

Semua itu dapat terjawab dengan salah satunya melalui hadirnya Majalah Sekolah.

Tentu sebagian dari kita berfikir, haduuh rasanya tidak mampu deh punya majalah sendiri. Banyak ragam alasan alih-alih kepesimisan untuk mewujudakannya kan? 

SDM kurang, biaya tidak ada dan dukungan dari sekolah kurang optimal.

Memang betul, segala sesuatu pasti selalu ada hambatan, tantangannya, tapi betul kata Mbak Wid Narsum KBMN malam ini bahwa _seons tindakan lebih berarti dari pada setons pemikiran_. Nyatanya, dari cerita pengalaman,berjuangnya beliau dan tim dalam membuat Majalah di MI Khadijah Malang juga bisa terwujud dan berkembang eksis sampai saat ini kok. 

Cerita dari awal mula yang hanya ada dua orang dalam merintis terbitnya majalah sekolah. Dimana satu teman Mbak Wid sebagai pimred merangkap layouter dan belaiu sebagai pemburu berita merangkap bendahara, produk majalahnya hanya berukuran setengah kertas folio,untuk mencetaknya pun hanya mampu fotokopi, layout dengan cara gunting dan tempel, bahkan kemampuan menulis apa adanya hingga masalah klasik untuk penggandaan majalah didanai oleh sekolah.

semua itu, kunci utamanya adalah *MAU*

Tetapkan niat, dan insyaallah pasti ada jalan yg terbentang. Jangan takut mencoba, maka kita akan tetap stuck di tempat, kata beliau. 

Ada rintangan, halangan itu hal yg biasa. Apalagi saat mengawali. Berat memang... ๐Ÿ˜ฅ

Tapi bukan berarti itu *TAK MUNGKIN* dan *TAK ADA SOLUSI*. 

Nah, maka dari itu yukz lah giliran kita bikin Majalah Sekolah di Satuan Pendidikan sebagai rumah ke dua kita wahai sobat guru!?!?! ☺ kita belajar bareng mewujudkan.... 

mula dengan mengenal definisi Majalah dan Pembagian jenis majalah dulu ya? 

Definisi Majalah dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah terbitan berkala yang isinya meliputi berbagai liputan jurnalistik, pandangan tentang topik aktual yang patut diketahui pembaca.

Sedang, Pembagian jenis majalah:

๐Ÿ’ซMenurut Waktunya majalah dibedakan menjadi majalah bulanan, tengah bulanan, mingguan, dan sebagainya’.

๐Ÿ’ซMenurut Isinya dibedakan menurut pengkhususan isinya dibedakan atas majalah berita, anak-anak, wanita, remaja, olahraga, sastra, ilmu pengetahuan tertentu, dan sebagainya

Pada umumnya majalah memiliki susunan daftar isi yang hampir sama. Rincian isi majalah ini akan memudahkan kita untuk menyusun setiap halaman majalah.

Menurut Wikipedia daftar isi majalah Antara lain  berisi :

1. Nomor Edisi : Keterangan edisi dan tanggal terbit

2. Halaman : Menunjukkan posisi halaman sebuah rubrik.

3. Rubrik : Menunjukkan isi rubrik

4. Isi : Tema yang ada dalam sebuah rubrik. Satu rubrik bisa terdiri dari beberapa tema.

5. Jumlah halaman : Menujukkan jumlah halaman sebuah rubrik.

6.  Penulis : Penulis dari sebuah tulisan.

7. Deadline : Waktu tulisan yang akan dimuat di majalah.

8. Keterangan : Penjelasan dari halaman yang ada disebuah rubrik.

Mbak Wid narasumber juga memberikan materi tentang bagaimana langkah-langkah membuat Redaksi Majalah Sekolah, berikuta ulasannya:

A. SUSUNAN REDAKSI beserta PERANNYA dalam MAJALAH SEKOLAH*

1. Penasehat : Yayasan, Komite Sekolah

Tugasnya: Memberikan segala pertimbangan terhadap segenap crew tentang majalah sekolah

2. Penanggung Jawab : Kepala Sekolah

Tugasnya : bertanggung jawab atas keseluruhan jalannya penerbitan pers, baik ke dalam maupun ke luar. Ia dapat melimpahkan pertanggungjawabannya kepada Pemimpin Redaksi sepanjang menyangkut isi penerbitan (redaksional) 

3. Pimpinan redaksi : Pemimpin Redaksi (Editor in Chief) bertanggung jawab terhadap mekanisme dan aktivitas kerja keredaksian sehari-hari. Ia harus mengawasi isi seluruh rubrik media massa yang dipimpinnya.

4. Editor : Bertanggung jawab  swa sunting tulisan, proofreading dan mengedit semua tulisan

5. Reporter : Reporter merupakan “prajurit” di bagian redaksi. Mencari berita lalu membuat atau menyusunnya, merupakan tugas pokoknya.

6. Fotografer : tugasnya mengambil gambar peristiwa atau objek tertentu yang bernilai berita atau untuk melengkapi tulisan berita yang dibuat wartawan tulis.

7. Layout : Tugasnya mendesain majalah, dan tata letaknya agar menjadi tampilan komunikatif dan menarik untuk disajikan

8. Bendahara : Mengatur jalannya sirkulasi keuangan majalah sekolah

B. Langkah-langkah menerbitkan majalah sekolah:

1️⃣Menyatukan ide dan gagasan melalui kegiatan mencari teman-teman yang memiliki jiwa literasi dan membentuk susunan redaksi majalah

2️⃣Mengajukan Proposal

3️⃣Membuat rancangan majalah dengan menentukan nama majalah, isi berita, pendanaan dll

4️⃣Mencari rekanan pendukung misalnya percetakan, sponsor dll

C. Manfaat Majalah Sekolah?

1️⃣Sebagai sarana komunikasi sekolah dengan walimurid, dan siswa

2️⃣Media komunikatif sekolah yang berisi berita-berita sekolah, informasi, pengetahuan dan hiburan.

3️⃣Wadah kreativitas guru dan siswa dalam berkarya (menulis, menggambar  dll)

4️⃣Sarana publikasi sekolah di masyarakat 

5️⃣Menjadi Kebanggaan sekolah dan menambah nilai plus sekolah terutama saat akreditasi

D. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menerbitkan majalah

1. Membuat nama majalah

Buatlah nama yang unik, menarik dan mudah diingat. Bisa juga membuat nama majalah berupa singkatan nama sekolah, atau kata-kata yang menginspirasi.

Contoh : SMART, MUTUALISTA, KONTAK, CAHAYA.

Nah kalau pengalaman Mbak Wid Pimred Majalah MI Khadijah Malang adalah KHARISMA singkatan dari Khadijah Is My Inspiration. (WoW) ๐Ÿ˜˜๐Ÿฅฐ๐Ÿ˜

2. Menentukan artikel yang akan ditampilkan

a. Visi Misi Sekolah : Visi, misi sekolah masing-masing dituliskan di hal 

b. Salam Redaksi : Kata sapaan pimred pada pembaca, menyampaikan isi majalah secara singkat, tema majalah, kondisi teraktual saat itu.

c. Berita Sekolah : Kegiatan-kegiatan sekolah, misalnya peringatan PHBI-PHBN, kegiatan sekolah dll.

d. Profil Guru : Dimuat secara bergiliran mulai dari kasek, wakasek, guru, staf pendidik. 

e. Profil Siswa Berprestasi: Menampilkan siswa paling berpretasi.

f. Karya Siswa : Menampilkan tulisan siswa, puisi, cerpen, foto hasil karya siswa berupa kerajinan, gambar dll

g. Kegiatan Siswa: Kegiatan outclass, ataupun inclass. Misalnya outbound, praktek di kelas, unjuk kerja, game dll

h. Kuiz berhadiah: Disesuaikan dengan jenjang kelas. Untuk SD TTS, tebak gambar, dll. Dan berhadiah.

i. Prestasi Sekolah : menampilkan prestasi terbaru dari guru, siswa, dan sekolah.

j. Info dan pengumuman: Info ujian, libur dsbnya

kata beliau kreasikan juga sah sah saja. Bisa juga ditambahkan artikel lain sesuai dengan kebutuhan dan kreativitas sekolah.

Misalnya:

✔️Belajar Bahasa (bahasa Arab dan Bahasa Inggris}

✔️Do You Know (Berisi pengetahuan-pengetahuan umum yang bisa menambah wawasan siswa, yang ditulis dalam 2 bahasa yaitu Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris)

✔️Komik atau cerita bergambar

✔️Tutorial menggambar

✔️Iklan dari sponsor

3. Mengajukan ISBN

Agar majalah kita memiliki hak paten, maka mengajukan ISBN sangatlah penting. Kita bisa menghubungi penerbit untuk membantu kita mendapatkan ISBN (sementara nggak wajib dulu ya, yang penting mula dulu berkembangnya pelan-pelan) 

4. Menentukan Bahasa yang dipakai dalam majalah

Sebelum menentukan bahasa yang akan kita pakai, kita harus mengetahui sasaran pasar kita yakni siswa-siswi kita dan walimurid. Sarannya sih gunakan bahasa yang mudah dimengerti anak-anak yang tidak terlalu formal/kaku. Gunakan bahasa keseharian dan pergaulab.Selipkan lipkan bahasa-bahasa gaul yang lagi ngetrend (asalkan harus sopan).  Misalnya hay gaess, kata sapaan sobat untuk para pembaca

Gunakan bahasa komunikatif sehingga seolah-olah kita sedang berbincang dengan pembaca.

5.Carilah tema dari hal yang lagi booming atau ngetrend di lingkungan sekolah dan masyarakat.

Isue-isue keseharian yang sedang booming di lingkungan sekolah dan masyarakat bisa kita gunakan sebagai tema. Misalnya : 

✔️Tetap Berprestasi di setiap masa

✔️Semakin Berilmu Semakin Berakhlak

✔️Lets go green

✔️Raih Mimpi Setinggi Bintang

✔️Hold Your Star

✔️Semakin Berprestasi, Semakin Membumi

6. Cover dan Layout Menarik

Fungsi dari cover majalah adalah untuk melindungi isi majalah, mencerminkan tema dan isi majalah. Karena itu tampilan cover harus menarik pembaca.

Layout dan tata letak majalah dibuat sesuai tema dan tingkatan usia pembaca (SD, SMP,SMA).Praktis, simple, menarik dan memuat seluruh artikel dengan penataan padat tapi tidak sumpek.

Carilah guru yang berkompeten di IT sebagai tenaga layout dengan menggunakan aplikasi Corel. Untuk cetak majalah tidak semuanya kita cetak warna, hal ini untuk menekan budget agat tidak terlalu tinggi. Bisa 8 halaman saja yang di cetak warna, yang lainnya cukup hitam putih saja.

7. PEMBIAYAAN

Pembiayaan digunakan untuk:

✔️Biaya cetak majalah

✔️Membayar HR crew

✔️Pembelian hadiah kuiz dll

Sumber Pembiayaan cetak majalah bisa di bagi menjadi 3.

๐Ÿธ Murni dari siswa: Siswa membeli majalah (dimasukkan di daftar ulang atau SPP)

๐Ÿธ BOSDA 

Pembiayaan majalah bisa diambilkan dari dana BOSDA. Pada BOSDA ada pos biaya cetak majalah sekolah dan membayar honorarium crew.

๐Ÿธ Sponsor

Bisa dari walimurid yang ingin beriklan tentang usahanya.

8. PERCETAKAN

Tidak bisa dipungkiri percetakan merupakan faktor penting adanya majalah secara fisik.

Akan tetapi bila tidak memungkinkan majalah dicetak karena beberapa hal misalnya pendanaan, situasi tidak bisa tatap muka karena pandemi maka majalah bisa juga disampaikan dalam bentuk online. Misalnya dishare dalam bentuk PDF melalui WhatsAp, Web sekolah, IG, Facebook dll.

Bisa juga melalui aplikasi flipbook atau photoshop.

9. Upgrade Ilmu Secara Kontinue

 Agar majalah selalu Uptodate maka harus ada jadwal untuk mengupgrade ilmu bagi para crew.

Misalnya pelatihan menulis, pelatihan aplikasi Corel,Photoshop untuk layout dll dengan memberdayakan teman sejawat atau mendatangkan narasumber ahli.

10. Pupuk Kekompakan Team

Ibaratnya tubuh maka crew majalah adalah bagian team yang memiliki tugas SAMA PENTING nya. Oleh karena itu team harus solid, terus pupuk kekompakan team. Saling mendukung dan mengisi kekurangan satu sama lain adalah kunci langgengnya sebuah team.

Bagaimana sob, rumit?? ruwed??

kata mbak Wid sih pokoknya *MAU* dan *BISA*

Jangan kalah dengan keadaan tapi kalahkan keadaan dengan seOns tindakan itu. heheh

Luar biasa panjang dan padat sekali materi Menulis Majalah Sekolah malam ini, tapi yaqin sih banyak pelajarannya, apalagi narasumber memberikan tantangan untuk menulis artikel menarik tentang kegiatan di sekolah pada peserta dengan iming-iming hadiah.... antusiaslah pesetanya cepet-cepetan kirim, terbukti juga banyak pertanyaan dari peserta. berarti kan menarik sekali bahasannya kan....? ๐Ÿ’ช๐Ÿ’ช๐Ÿ’ช

Okey sobat guru sekalian, itu yang bisa saya ulas terkait materi malam ini. Jangan lupa pegang kata kunci *MAU* demi apa yang kita lakukan untuk membuat Majalah Sekolah untuk sebuah tujuan. Apalagi kita sebagai pendidik yang lagi memupuk jiwa literasi untuk dunia. 

So, What Can do Now? 

_Tetaplah menjadi pijar yang selalu_ _menghangatkan gigilku. Menjadi malam yang memeluk resahku,_ _menjadi rumah untuk aku selalu pulang._

. ๐Ÿ˜˜


Komentar

Posting Komentar