Menulis Buku Cerita Digital di Era Serba Digital
Zaman semakin berubah, peradaban juga semakin berubah. Bahkan pola fikir manusianya pun seiring sejalan mengalami perubahan. Maka, selayaknya kita tidak bisa apatis terhadap segala perubahan yang terjadi di alam semesta ini. Apalagi kita dihadapkan dengan kecanggihan teknologi yang serba digital di era digitalisasi. Semua kalangan pada era tersebut sudah sebagian besar bahkan cenderung secara keseluruhan sebagai konsumen baik muda, tua bahkan anak kecil sekalipun.
Menarik sekali pertemuan ke 16 di gelombang 30 Komunitas Belajar Menulis Nusantara malam ini bersama Ibu Narasumber yang super enerjik dan gambalang penjelasannya Ibu Nur Dwi Yanti, S. Pd. M. Pd. Pertemuan KBMN ini, Ibu Narasumber yang biasa dikenal NDY di moderatori oleh ibu yang kalem, kelihatan keibuannya Ibu Raliyanti. Sebuah kolaborasi yang apik dalam membawakan materi tentang Menulis Buku Cerita Digital.
Ya sangat setuju dengan pernyataan Ibu Raliyanti memoderasi bahwa di era serba digital dengan titik awal pendemi covid di tahun 2019 menjadikan pemanfaatan teknologi menjadi sebuah kebutuhan penting. Pun berdampak pada dunia literasi yang beralih dari konvensional bentuk buku cetakan menjadi E-Book atau dikenal buku elektronik pada semua jenis buku termasuk buku cerita. E-book atau Buku Digital menjawab tantangan era sekarang dan mungkin lebih berkembang di masa yang akan datang.
Sobat guru... kira-kira bagaimana nih menjadikan kita dari peminat buku digital menjadi penulis dan kreator buku digital?
Melalui ulasan kelas virtual by zoom KBMN ke 16 ini untuk menulis Buku Cerita Digital. Ibu NDY, penulis buku digital dengan tajuk Merah si semut merah yang sombong lebih suka dan lebih banyak berinteraksi secara komunikatif dengan peserta,yaitu mencotohkan langsung pada teknik praktik membuat buku cerita digital melalaui aplikasi flipbook menggunakan google slide AI dan canva AI (artificial Intelegensy).
Di Indonesia E-book atau buku digital dianggap lebih praktis, hemat data, dan cenderung ramah lingkungan. Biasanya untuk E-book itu sendiri lebih banyak dan familiar menggunakan format PDF di mana format PDF bersifat fleksibel serta banyak aplikasi yang bisa mendukungnya.
Sobat guru semua...
Pembuatan format E-book atau buku digital bisa dilakukan di banyak aplikasi. misalnya: Sigil, Scribus, Ms_Office, Photoshop, Canva AI, comicAI, LwonardoAI atau bisa dilakukan di aplikasi apa saja sebagai media pendukung yang kita anggap paling mudah dan kita kuasai. Yang penting agar kita aman dalam membuat sebuah karya, sebagai bentuk kehatian-hatian agar tidak melanggar ketentuan yang dianggap sebagai plagiasi ataupun pelanggaran hak cipta maka sebaiknya kita bisa lakukan secara mandiri melalui aplikasi google search engine jika berupa gambar, aplikasi turnirin untuk tata bahasa atau lainnya.
Tips dari ibu narasumber yang ahli dalam bidang IT sih paling aman dan paling mudah ya harus menyertakan sumbernya meskipun kita menggunakan AI yang notabene hanya sebuah system server dan pasti ada ketidak sempurnaan di dalamnya. Syatem komputersisai sekelas AI hanya bersifat membantu kualitas dari sebuah karya kita, Ketrampilan sebagai seorang penulis untuk membuat karya buku digital itu yang menjadi point penting. Itu karena, komputer hanya menampilkan dari apa yang kita tulis, kita masukan.
Hal yang sangat menarik dari tema menulis cerita buku digital ini adalah adanya inspirasi pembuatan mading konvensional yang dikembangkan dengan madital (Majalah dinding digital) di sekolah. Bagi kita sobat guru, seorang pendidik tidak seharusnya kehabisan akal dalam mengembangkan kemampuan literasi murid kita sesuai perkembangan era digital sekarang meskipun kita juga tetap melestarikan suguhan secara konvensional.
Selain itu, sebagai selfreminder dan closing statement ulasan materi KBMN malam ini, semakin sadar dan bersyukur bahwa manusia merupakan ciptaan Tuhan yang sangat luar biasa sempurna dengan dibekali sistem otak yang paling berbeda dari pada makhluk lainnya. Saya ingin menuliskan ulang sebuah kutipan teman KBMN gelombang 30 dari hasil saya baca resume Mr. Agus Hendrawan
"Komputer itu luar biasa cepat, akurat, dan bodoh. Manusia luar biasa lambat, tidak akurat, dan cemerlang. Perpaduan keduanya merupakan kekuatan yang tak terbayangkan." -Leo Cherne-
Semoga memberikan manfaat dan menambah wawasan bagi sobat guru semua..

Keren mas Taufan ....lanjutkan
BalasHapusMantap mas brooo....Lanjutkan....
BalasHapusHayo, semangat menuju buku solo
BalasHapus