Pentingnya Proofreading Sebelum Tulisan Terbit
Hallo sobat guru Nusantara...
Selamat memperingati Hari Pahlawan 10 November yang ke 78. Semoga titah perjuangan seluruh pahlawan yang sudah gugur pada masa saat merubah bangsa ini, bisa kita teruskan lewat perjuangan lain sesuai dengan porsi kita demi mewujudkan bangsa yang merdeka, beradab, berkeadilan, dan sejahtera.
Teringat, siang tadi pada saat sesi presentasi sebuah laporan perjalanan pendidikan guru penggerak, salah satu rekan guru menampilkan hasil tulisannya untuk di presentasikan. Kebetulan hasil tulisannya terkesan kurang sreg atau kurang pas karena banyak tulisan yang typo atau banyak yang salah ejaan. Ya maklum, tenggat waktu pengerjaan laporan dengan isi 3 Bab hanya hitungan hari jadi kurang maksimal.
Tapi tetep saja banyak koreksi karena tidak sesuai atau pas dengan aturan penulisan, baik ejaan, typo atau lainnya sampai gemes instruktur pengujinya.
Kait punya kait, secara kebetulan setelah beberapa lama sesi presentasi selesai, sembari sedang duduk santai menikmati revisian laporan dengan ditemani cemilan kripik. Tiba-tiba dapat pesan WA dari grup Komunitas Belajar Menulis gelombang 30 untuk kelas pertemuan ke 12 dengan topik yang di pas-paskan... heheh
Dari flayer yang dikirim di grup WA terpampang tema bahasan " Proofreading sebelum Menerbitkan Tulisan" bersama Bapak Susanto, S. Pd. sebagai Narasumbernya dengan Ibu Arofiah Afifi sebagai pemandunya.
Apalagi kalimat pengantar dibawah flyer yang kurang lebih tertulis "Pernahkan membaca sebuah karya tulis kemudian merasa kurang sreg, kurang pas?" Mungkin karena banyak tulisan yang typo, atau banyak yang salah ejaan, huruf kapital kurang pas atau tanda baca yang salah rumah
Kan persis sama kejadian waktu presentasi tadi siang? (ya sengaja tak pas pasin lah... π )
Owhhhh, makin penasaran dong dengan istilah baru di materi KBMN malam ini, istilah Proofreading. Apaaaaan tuuuuh?
Kelas yang dibuka dengan hangat oleh bu momod dan pak narsum dengan lanjut doa untuk para pahlawan tanah air dan negara palestina cukup menyentuh jiwa membayangkan betapa payah dan nestapa warga Palestina yang sedang berjuang mempertahankan tanah air mereka.
Tantanganpun tidak lupa diberikan oleh Pak D Sus sebagai narsum, untuk menguji perjuangan dalam kelas KBMN yang ke 30 ini. Beliau memberikan uji kelengkapan unsur sebuah tulisan pengantar dari Ibu Ovi sang momod untuk ditelisik apakah kalimat tersebut sudah lengkap atau selesai. Ada beberapa yang menjawab termasuk saya yang ragu dengan jawabannya... wkwkwk
Setelah dibuka kuncinya, barulah terbelalak dimana letak miss nya. Luar Biasa kan Pak D Sus ai Narsumnya? iya dong, kalau nggak luar biasa, nggak mungkin jadi narsum lahπ
Oke, Kembali ke Lap.Top (bacanya sambil tiruin gaya komedian Tukul Arwana lho)
Proofreading. Apa sih itu???
Bagaimana Tekniknya???
Apa saja yang perlu di proofreading??
berikut Paparannya
Banyaknya hal yang *harus dihapal* dalam EYD yang harus saya patuhi dalam menulis, saya mengakali dengan membuat flyer. Terutama pada numeralia atau kata bilangan. Jadi Paparannya adalah
Mengenai proofreading lagi nih, naraum Pak D Sus juga menambahkan keterangannya untuk kesemprurnaan tulisan kita dalam bentuk slide berikut agar kita bisa jadikan pedoman sebalik kita mempublikasikan hasil karya tulisan kita wahai sobat guru....
Saya yakin Sobat guru adalah para penulis hebat dan mungkin bisa menjadi calon para penulis hebat
Nah pasti kita telah terbiasa dengan menulis blog. Baik di blog pribadi, kompasiana dan sejenisnya seperti platform novel App bahkan diantara kita banyak yang menjadi penulis jurnalis.
Sebagai Penulis pada platform di atas tentu saja tulisan kita harus diolah yaitu diproofreading sebelum tulisan kita diterbitkan atau diposting. Kegiatan proofreading:
1. Cek ejaan. Ejaan ini merujuk ke KBBI, tetapi ada beberapa kata yang mencerminkan gaya penerbit
2. Pemenggalan kata-kata yang merujuk ke KBBI
3. Konsistensi nama dan ketentuan
4. Perhatikan judul bab dan penomorannya
Mungkin sebagian kecil dari kita telah paham apa itu proofreading dan sebagian lagi akan tahu dari materi hari ini yang sudah diulas sama Pak D Sus si Polisi bahasa.
Namun yang sangat penting dari materi tersebut adalah sejauh mana peranan proofreading dalam tulisan kita.
Ulasan dari Pak Polisi Bahasa PakDsus sih untuk melakukan proofreading sendiri yang baik dan benar adalah tidak serta merta selesai menulis langsung memeriksa.
Beri jeda sejenak untuki menetralkan perasaan. Sebab, sebagai penulis pasti merasa sangat yakin tulisan yang dibuat *sudah benar*.
Dengan memberi jeda beberapa saat, perasaan penulis akan netral dan akan lebih objektif menilai tulisan sendiri.
Nah pasti masih banyak yang gagal paham.
Maka dari itu, agar tulisan kita menjadi lebih baik. perlu tuh dijadikan pedoman "proofreading" kita, Apa lagi sebagai penulis pemula.









Pembukan yang sudah bagus relevan dengan materi
BalasHapusPenulisan isi yang cukup baik
Oke sip