Motivasi untuk Mendorong Spirit Konsistensi dalam Dunia Menulis
Lho lho lho..... kok ada dua flayer dalam satu jendela resume?
Iya nih, malam ke 20 Kelas Belajar Menulis Nusantara PGRI gelombang 30 ini memang ada info yang dishare. Flayer Yang pertama yang dishare oleh Om Jay Founder KBMN adalah materi tentang pemasaran dan teknik promosi bersama Bapak Agus Subardana, S.E., M.M. dengan dimoderatori manusia banten Om Dail Ma'ruf, M.Pd.
Mungkin karena Pak Agus sebagai narasumber ada suatu udzur mendadak yang tidak bisa disambi untuk mengisi materi, akhirnya langsung deh gercep miminnya dari Tim Solid dari Bapak Damar alias Bapak Dail Ma'ruf sebagai moderator beralih menjadi Narasumber dengan mengambil materi Motivasi Menulis. Lha terus, momodnya siapa?
Tenang, namanya juga TSO yang keren. langsung deh Koh Sim Chung Wei, S.P. membersamai Om Damar menjadi moderator untuk berduet maut membersamai peserta KBMN gelombang 30 untuk materi Narsumnya yang membahasa tentang Motivasi Menulis dan Menerbitkan Buku. Jadilah Flayernya saya sertakan dua...
T.O.P B.G.T kan? 👍👍 salut. salut. salut.
Sobat Guru Nusantara,
seirama dengan persahabatan yang terjalin antara narsum malam ini dengan sang moderator yang sangat luar biasa hangatnya dalam dunia menulis. Sehingga meskipun dari angkatan yang selisih jauh antara Om Damar sebagai mentor untuk Koh Sim bisa menjadi duet maut dalam dunia menulis sampai sekarang. Yang melatar belakangi hangatnya duet beliau berdua adalah karena sebuah dorongan untuk saling maju dan saling memberi motivasi. Terbukti dalam suatu perhelatan untuk "balapan" kumpulkan poin dan berapa Viewer, pembaca, dan berapa yang masuk pilihan editor dan lainnya di kompasiana, Koh Sim lebih unggul menulis puisinya dari pada Om Damar si Mentornya.
Motivasi memang sangat dibutuhkan dalam berbagai hal, dari siapapun dan dalam hal apapun termasuk dalam dunia menulis dimana kita sebagai manusia yang berperadaban dan ingin terus maju, maka menulis adalah satu satunya pilihan, relatif tidak ada pilihan lainnya.
Ingatlah bahwa manusia masuk pada fase sejarah itu dimulainya sejak ditemukan TULISAN. Jadi siapapun yang ingin masuk dalam lingakaran peradaban manusia maka mulailah dengan menulis.
Tentunya untuk mengaplikasi kemauan untuk menulis tidak serta merta mengandalkan keniatan diri saja karena ada kalanya dalam dunia literasi, menulis khususnya terkena syndrom writers block. Harus ada dorongan dan motivasi dari diri dan motivator luar lainnya untuk menggembleng spirit jiwa menulis kita.
Dalam KBMN gelombang 30 malam ini, Om Damar memberikan beberapa motivasi internal dalam dunia menulis. Beliau menyatakan bahwa setidaknya menulis itu karena ada 5 yang memotivasi:
1. Motivsai dari konteks beragama islam yang menyatakan bahwa Tuhan menurunkan wahyu pertamanya dalam Q.S Al Alaq memerintahkan untuk Membaca.
Iqro!!Bacalah, dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan, menciptakan manusia dari segumpal darah, bacalah dan Tuhanmu maha mulia, yang mengajarkan manusia dengan perantaraan qolam (tulisan)
Nah, Sang Pencipta sudah membuat aturan bahwa jika ingin maju dan sesuai apa yang dibuat acuanya oleh Tuhan, maka 2 hal yang harus dilakukan membaca dan menulis.
2. Dalam konteks berbagai literatur bahwa buku adalah gudangnya ilmu dan membaca adalah pintunya, maka agar banyak ilmu maka kudu rajin nembaca. Namun akan makin kuat dalam ingatan jika apa yang dibaca kita tuliskan intisarinya.
3. Motivasi dari dalam diri bahwa menulis itu cara efektif untung mensave semua informasi atau ilmu yang kita serap. Bahkan dari meresume secara tidak sadar kita sedang menambah pengetahuan baru ke otak kita.
4. Menanamkan dalam jiwa kita bahwa untuk menulis setiap hari. Karena banyak para penulis hebat yang membuktikan bahwa banyak keajaiban terjadi dengan apa yang mereka tulis dan terbitkan.
5. Membanjiri fikiran positif bahwa menulis menjadikan banyak pahala insya Allah dan pahalanya jariyah terus mengalir. Karena sedikit banyak tulisan yang kita tulis, kita terbitkan dalam sebuah karya terbitan buku. Apabila buku yang kita tulis dan karya terbitkan tentang kebaikan, lalu orang yang membaca mangamalkan untuk berbuat baik dan kemudian mau menyampaikan pada orang lain maka berlipat pahala terus dan terus. Yang penting menulis yang bermanfaat.
Lantas, hubungan motivasi dan kemudian kita harus menerbitkan karya buku apa dong?
Ada 3 alsan mengapa Kita Wajib menerbitkan buku:
♟️Buku adalah Mahkota bagi penulisnya, artinya kita sudah sejajar dengan para raja dan ilmuwan dengan memilikikarya berupa buku yang kita terbitkan.
♟️Karena hanya dengan buku yang kita terbitkan itulah maka nama kita akan abadi. Meski jasad telah tiada kembali menyatu dengan bumi, namun ide dan gagasan kita dalam karya Buku akan tetap ada, bahkan kalau di upload pada media atau platform dengan skala jaringan yang luas, Maka sedunia bisa menikmati dan membacanya.
♟️ Dengan karya buku yang kita terbitkan juga bisa memberikan tambahan rejeki baik secara materi maupun hubungan relasi yang mengangkat derajat kita. Terbukti banyak penulis handal mendapat tidak sedikit rupiah dari membantu mengeditkan buku orang lain, dan mungkin dari kegiatan tersebut maka kemampuan kita semakin piawai dalam mengolah kata-kata. Bahkan ada juga yang bisa naik tingkat secara pangkat, kedudukan dan taraf hidup karena prestasi dalam dunia menulis yang dikaryakan dan diterbitkan.
Sungguh luar biasa materi Komunitas Belajar Menulis Nusantara di malam ke 20 ini. Meskipun On the Spot perubahan jadwalnya, banyak sekali dorongan ilmu dan pengetahuan sebagai motivasi untuk kita para penulis. Asli, sampai speechless saya menyimak isi bahasan dari Om Damar.
Sobat Guru Nusantara,
Akhirnya saya juga ikut berpesan melalui kata-kata motivasi dari narsum yang memiliki motto hidup dalam dunia menulis "Aku menulis maka aku ada-- dan aku abadi selamanya". Yang dengan moto itu meskipun awalnya tersesat (dalam kebaikan) dalam dunia menulis, Om Damar bisa termotivasi untuk menulis 3 sampai 5 artiket setiap harinya hingga banyak prestasi dan menelurkan banyak terbitan karya buku.
Jaga kesehatan dan teruslah menulis, karena tulisan kita akan jadi saksi di mahkamah akhirat bahwa kita menebar ilmu dan kebaikan.


Mantap nih mas taufan bae.Semakin oke tulisannya.Lanjut mas bro.Gas sampai lulus KBMN 30.🤩
BalasHapusterimakasih mas hevy...
Hapusmasih perlu arahan dan kritik saran
Oke banget tulisane mas bro
BalasHapusTerima kasih teh, masih perlu banyak kritik saran
HapusWaah kereen ramuan artikelnya
BalasHapusTerima kasih mbak mentor, mohon terus kasih kritik dan saran agar bisa lebih baik
Hapus