Persiapan Challange Menulis Mayor dengan Chat GPT, Anatomi Buku ISBN dan QRCBN dan Melintas.id
Materi KBMN yang luar biasa ini dipandu oleh Bunda Aam Nurhasanah,S.Pd. yang disela kesibukannya menemani putri cantiknya, beliau tetap ceria dan semanagat menghantarkan materi dari 3 narasumber hebat dalam jaringan maya teleconfrence dalam media zoomeet. Tiga Narasumber hebat tersebut diantaranya Miss NDY, Bunda Kanjeng dan Mr. Briyan.
Materi pertama diberikan oleh Miss NDY mengenai chat GPT yang menjadi prasyarat dari Prof.Eko dalam mempersiapakan untuk menghadapai tantangan menulis buku mayor dalam dua minggu. Chat GPT adalah program AI yang sudah populer sekitar satu tahun yang lalu karena kepiawaian chat GPT merespon cepat dari apa yang dibutuhkan pemakai. Dari mulai menulis artikel, bahan ajar atau apapun pertanyaan yang diminta akan dijawab dengan cepat oleh sistem Chat GPT.
Menurut sumber yang saya baca dari niagahoster.co.id di internet bahwa Chat GPT adalah teknologi artificial intelligence (AI) baru yang bisa memberikan jawaban dari pertanyaan apa pun hanya dalam beberapa detik. Chat GPT adalah kecerdasan buatan jenis chatbot yang dikembangkan oleh perusahaan OpenAI. Arti “GPT” dalam ChatGPT adalah Generative Pre-trained Transformer yang merujuk pada bagaimana tool ini memproses dan memproduksi bahasa manusia.
Dari kata “pre-trained” ini, berarti tool ini perlu dilatih sedemikian rupa terlebih dahulu agar bisa memproses berbagai prompt atau pertanyaan yang diberikan oleh user.
Nah, training ChatGPT dilakukan melalui large language model. Maksudnya, ChatGPT dilatih dengan sejumlah besar data untuk bisa memprediksi kata selanjutnya. Namun, program yang dididik dengan cara ini tidak akan selalu menampilkan jawaban yang diinginkan penggunanya.
Materi kedua dilanjutkan oleh Bunda Kanjeng dengan bahasan tentang anatomi buku secara sangat deatail mulai dari halaman cover sampai halaman akhir sebuah buku berikut dengan istilah-istilah yang ada di dalamnya agar minimal bisa memenuhi syarat bagaiamana karya buku tulisan bisa ber-ISBN. Internasional Standard Book Number atau sering kita sebut ISBN merupakan kode deret 13 digit angka guna mengidentifikasi sebuah judul buku yang diterbitkan.
Menurut beliau Bunda Kanjeng, agar kita ingin mewujudkan karya buku kita bisa mendapat lisensi ber-ISBN maka selain memilih dan memiliah penerbit yang terpercaya juga harus memperhatikan anatomi buku yang harus sesuai dengan bagaimana telah disyaratkan untuk mendapat lisensi mulai dari struktur buku, jenis buku, jumlah halaman, bahasa, jenis tulisan, orisinalitas, jenis karya dan lain sebagainya.
Untuk Materi terakhir KMBN malam ke 23 ini adalah oleh Mr. Briyan Prasetyawan seorang pemred melintas.id. Sebagai pemred melintas.id narasumber ini memberikan pemahaman tentang segala yang ada di dalamnya. Yaitu tentang bagaimana sih menulis di Media Literasi Nusantara yang berdiri sejak 11 Mei 2023 atau melintas.id, kemudian juga apa saja keuntungan menulis di melintas.id dari media menulis gratis juga sudah bayak ribuan pembaca di media tersebut serta sebagai penulis pemula juga diberikan materi tentang ketentuan agar karya tulisan kita bisa dimuat melintas.id ke beberapa rubrik-rubrik populer di situ.
Jadi, meskipun ada sedikit kecewa dalam kelas malam ke 23 bersama Prof. Eko. Inisiasi dari Tim Solid Omjay(TSO) yang menghadirkan 3 narsum hebat dengan 3 materi luar biasa sangat mengobati rasa kecewanya. Ini sih bukan materi tambahan, melainkan materi inti yang menguatkan pemahaman sebelumnya tentang menulis sebagai penulis pemula seperti saya. Apalgi suasananya berbeda penuh keceriaan dan antusias di zoomeet betemu muka lewat maya dengan orang-orang luar biasa di KBMN
Salam Penggiat Literasi sobat Guru Nusantara....


Wah materi resumenya sudah diperluas ya dengan referensi lain.Semangat mas bro taufan bae.Gas terus sampai lulus.😊
BalasHapus