Manulis Buku dari Karya Ilmiah
Waaahhh........ Kelas di Komunitas Belajar Menulis Nusantara (KBMN) gelombang 30 sudah masuk hari ke 24. Itu artinya tinggal sebentar lagi tanatangan 30 hari menulis akan samapai pada tujuan akhir. Sungguh, bakal jadi sebuah the best experience sudah bisa bergabung dalam komunitas dengan orang-orang penggiat hebat di dunia literasi. Nambah ilmu, nambah saudara, nambah pengalaman yang insyaAllah satu circle dalam dunia tulis menulis.
Sobat guru......
Ingat tidak pada saat kita kuliah dulu, kita sudah diajarkan dan dilatih bagaimana teknik menulis dari sebuah penelitian, entah itu penelitian kualitattif atau kuantitatif dalam bentuk karya ilmiah atau skripsi? pasti teringat jelas dong, kan tugas akhir sebagai syarat kelulusan dengan perjuangan yang berdarah-darah untuk memperoleh gelar sarjana(lebay....),masa lupa... heheheh
Suatu kebanggaan tersendiri saat sesudah sidang skripsi di hadapan lecturers kemudian dinyatakan lulus dan mendapat gelar sarjana. Serasa hasil juang selama masa perkuliahan terlupa karena terlena dengan euforia kesuksesan saat keluar ruang sidang skripsi dengan dada membusung, senyum meriah berbinar menghias wajah yang tadinya tegang berubah binar bangga meskipun belum di wisuda. Kesuksesan itu serasa sebuah akhir meski padahal ternyata menjadi bekal awal menjadi masyarakat seutuhnya kelak.
Nah, Bagaiamana sobat guru semua, ingin mengulang momen itu? Momen saat merasakan kesuksesan atas sebuah capaian membuat karya tulis ilmiah.
Pas nih, yukz ah Let's Go..
Sebelum masuk ke ranah konversi, terlebih dahulu perlu dipahami Karya Tulis Ilmiah itu apa dan seperti apa?
Definsi Karya tulis ilmiah menurut Perka LIPI No 2 /2014 merupakan tulisan perseorangan atau kelompok dari hasil penelitian dan pengembangan, tinjauan, ulasan, kajian, dan pemikiran sistematis yang yang memenuhi kaidah ilmiah
KTI dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu:
1. KTI Nonbuku
KTI bidang akademis untuk mendapatkan gelar -> tugas akhir, skripsi, tesis, disertasi
KTI hasil penelitian -> PTK, PTS, best practice, makalah, artikel, jurnalKTI berupa ulasan -> resensi
2. KTI Buku
Buku Bahan Ajar -> diktat, modul, buku ajar, buku referensi
Buku Pengayaan -> monografi, buku teks, buku pegangan, buku panduan
Buku kompilasi -> bunga rampai, prosiding
Sobat Guru Nusantara...
Bagi yang ASN guru Karya Tulis Ilmiah yang terdapat dalam buku 4 PKG untuk pengembangan diri yang antara lain:
*Publikasi Ilmiah Berupa Hasil Penelitian atau Gagasan Ilmiah Bidang Pendidikan Formal* -> Laporan PTK/PTS, Best Practice, Tulisan Ilmiah Populer
*Publikasi Buku Teks Pelajaran, Buku Pengayaan, dan Buku Pedoman Guru*
*Karya Inovatif* -> Teknologi Tepat Guna, Karya Seni, Membuat/Memodifikasi Alat Pelajaran/Peraga dan Alat Praktikum
Tetapi, ternyata tidak semua KTI itu berupa buku. Memang secara wujud, PTK, PTS, Tugas Akhir, skripsi, tesis, desertasi itu berupa buku, namun bukan buku. Lebih tepatnya adalah laporan hasil penelitian dan sifat publikasinya pun terbatas.
Anatomi KTI umumnya tersusun atas bab-bab dengan penomoran yang struktural sesuai dengan jenis KTI serta institusinya. Babnya pun bersifat formil
Nah apa bedanya anatomi KTI di atas dengan buku? begini tabelnya
Lantas bagaimanakah cara mengkonversi laporan KTI menjadi buku?
- Langkah Pertama adalah *memodifikasi judul KTI menjadi judul buku*
Judul KTI umumnya mengandung unsur : variabel penelitian, objek penelitian, dan seting penelitian (baik tempat maupun waktu). Jadi judul buku hasil konversi harus menarik, unik, mudah diingat, dan mencerminkan isi buku. Kemenarikan judul buku sifatnya subjektif.
- Langkah kedua yakni *Memodifikasi Sistematika dan Gaya Penulisan*
Nah, pada saat laporan tersebut dikonversi menjadi buku, maka harus dimodifikasi gayanya sesuai dengan gaya penulisan buku. Tidak tampak lagi adanya sub bab-sub bab yang membuat isi buku seolah-olah terpisah-pisah
Bagaimana nasib bab-bab dalam KTI?
Nasib bab tergantung pada anatominya, mau di ISBN kan atau di QRCBN.
ika menggunakan anatomi ISBN, maka semua yang berbau istilah penelitian atau hasil penelitian ditiadakan.
Lalu bagaimana kalu yang penerbitannya ber-QRCBN?
Karena tidak terikat content harus menjadi bahan bacaan umum, maka anatominya lebih fleksibel bisa memanfaatkan 75% isi PTK sedangkan yang 25% memang harus didelete.
Selanjutnya,.
apa yang perlu diperhatikan saat mengkonversi buku?
Baik yang mau di-ISBN-kan maupun yang di-QRCBN-kan sama kaidahnya, antara lain:
- laporan hasil penelitian memang benar-benar karya asli dari penulis alias bukan plagiasi baik seluruhnya maupun sebagian.
- Memanfaatkan berbagai gaya selingkung untuk sumber bahan kompilasi atau pendapat dari penulis lain.
- Jeli dalam memilah dan memilih data yang dipublikasikan sehingga buku yang dihasilkan menarik
- Modifikasi bahasa baku. Hindari pemakaian penanda transisi menurut hal itu sesuai dengan pendapat lebih lanjut si A menyatakan berdasarkan hal tersebut
- Hindari pengambilan sumber kutipan kedua atau pendapat yang kurang dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah. Lebih valid jika penulis bisa mendapatkan sumber pertama
- Menuliskan semua daftar Pustaka yang dipakai sebagai rujukan dalam buku untuk mendukung keabsahan buku untuk menghindari citra plagiasi


Komentar
Posting Komentar