Kelas Spesial Dua Telur ke 21 Menjadi Penulis Buku Mayor Dan Strategi Pemasaran Bukunya. Wanna be??
Jum'at pertama di bulan Desember, tepat tanggal satu. Malam dingin ditemani Rahmat Allah yang turun dari langit, air hujan membasahi bumi tempat saya berpijak menyuguhkan aroma sedap bau tanah yang basah terguyur. Sungguh malam spesial, sayang untuk dilewatkan begitu saja untuk bercengkrama dengan malam yang aduhai kurasa. Alhamdulillah, malam ini juga disuguhkan oleh Kelas Belajar Menulis Nusantara gelombang 30 dengan materi spesial pula pakai dua telor dan sambel petai bak nasi goreng yang dihidangkan istri tadi sore.
Bagaimana nggak spesial, materi malam ke 21 KBMN kali ini isinya jozzz gandozz semua dari awal hingga akhir. Narasumber Bapak Agus Subanda, S.E., M.M khusus memberikan pengetahuan bagaimana rahasia menjadi seorang penulis buku mayor sekaligus trik bagaimana cara memasarkannya. Apalagi dibawakan sama arek Malang Ibu Widya Arema, moderator dengan jurus bahasa pengantar yang membius perhatian dalam mendampingi kelas yang tanpa sekat dan batas ini.
Sobat Guru Nusantara,
“Beberapa orang memimpikan kesuksesannya, sementara yang lainnya bangun setiap pagi untuk mewujudkan mimpinya.”- Wayne Huizenga
Menulis bisa kita ibaratkan menjual makanan. Kita harus prepare mulai dari bahan tulisan yang baik, kemudian meramunya dalam resep yang penuh cita rasa tinggi. Rasa harus pas, tidak keasinan, tak juga terlalu manis.
Pas di lidah...
Selanjutnya mengemasnya dalam sajian yang menarik pembaca, terutama tampilan yang menggugah selera.
Nah barang dagangan sudah di depan mata. Bagaimana cara menjajakannya. Seperti juga seorang pedagang, tentu memiliki trik yang jitu untuk memasarkan dagangannya agar "dagangan" kita laris manis tanjung kimpulkimpul barang laris duit ngumpul... wkwkwk
Tentunya banyak trik dan cara mempromosikan buku kita agar banyak yang mau menikmati karya kita.
Kata pengantar yang ehemm lah dari Mbak Widya Momod mengawali kelas malam ini.
Sangat Sepakat dengan pengantar si Momod, bermimpi menjadi penulis ya jangan tanggung-tanggung, dream will not be come true if wake up soon do an action. Mimpi tidak akan menjadi nyata jika kita segera beranjak bangun melakukan tindakan untuk mewujudkannya. Kita harus memulai, menyusun strategi untuk berhasil maju apa lagi dalam dunia menulis, bukan kah 1000 kg pemikiran akan kalah dengan 1 ons tindakan?
Kelas KBMN ke 21 ini akan bedah rahasia menjadi penulis mayor untuk kemudian kita terbitkan dengan segala trik dan tipsnya. mari sobat guru, kita pahami dulu jenis - jenis Penerbit di Indonesia!
Ada 3 Jenis Penerbit Buku di Indonesia, antara lain:
1. Penerbit Mayor
Penerbit mayor yakni penerbit merupakan yang memiliki jangkauan nasional. umumnya, buku-buku yang diterbitkan penerbit mayor adalah buku yang akan dipasarkan secara nasional, dengan sekali cetak, jumlah judul buku dicetak dalam jumlah banyak buat didistribusikan baik ke Toko Buku maupun penjualan langsung direct selling , mempunyai jumlah kantor cabang sekala nasional dan mempunyai mesin produksi.
2. Penerbit Indie
Selain penerbit mayor ada penerbit ialah penerbit indie. tidak selaras dengan penerbit mayor yg berani mencetak dalam jumlah banyak , penerbit indie umumnya hanya mencetak buku pada jumlah sedikit dan biasanya buku yang dicetak berdasarkan pre-order atau sesuai permintaan asal pihak penulis.
3. Penerbit Vanity Publisher
Penerbit vanity publisher ini intinya hampir seperti menggunakan penerbit indie. namun bedanya artinya di fasilitas yang ditawarkan. Jika penerbit indie memberikan serta menyerahkan segala urusan misalnya layout, cetak buku , cover, serta editing ke penulis, tidak sama dengan penerbit vanity publisher.
Penerbit Vanity adalah yg menyampaikan fasilitas berupa penawaran paket penerbitan. misalnya penulis hanya mempunyai naskah mentah saja, belum melakukan proses editing, pemilihan layout, cover, dan lain sebagainya. Penerbit vanity publisher ini akan menunjukkan aneka macam paket all in hingga proses cetak.
Sedangkan, perbedaan antara penerbit buku mayor dan penerbit buku minor dapat melibatkan beberapa faktor, termasuk skala operasional, distribusi, reputasi, dan kemampuan keuangan.
Contoh Penerbit Buku Mayor yaitu Penerbit ANDI Offset Yogyakarta yang sudah berdiri sudah 34 Tahun dengan sertifikat dari Ikatan Penerbit Indonesia IKAPI dengan standarisasi sebagai berikut:
- Berdasarkan Jumlah Cetak di atas 1.000 exs per judul buku baru
- Mempunyai cabang distribusi 34 Cabang di Indonesia dan 38 stokis di kota / kabupaten
- Skala produksi dijadikan sebagai patokan penerbit tersebut berjenis small, medium, atau large
- Penerbit anggota IKAPI menjadi syarat untuk pelaporan BKD dan KUM bagi pengajar / dosen
- Jumlah produksi buku dituliskan dalam ISBN, sehingga Kemdikbud Dikti mengacu nomor ISBN ini untuk menentukan skala penerbit tersebut
- Skala produksi ada pada digit di PUBLICATION ELEMENT. ISBN Penerbit ANDI sudah di digit 4 karena produksi buku sudah di atas 4 digit.
Nah, sudah tau kan harus kemana kalau kita sebagai penulis mau menerbitkan buku yang berstandart Buku Mayor? dilihat dari indikatornya dong ya....
Lalu bagaimana supaya hasil karya tulis bisa di terima di Penerbit Buku Mayor ... ? Narasumber dengan nama panggung Agustinusaputra52 memberikan Tips dan Triknya, karena menulis buku dan mendapatkan penerbit mayor memang merupakan langkah yang ambisius dan memerlukan strategi yang baik.
Berikut adalah beberapa langkah yang dapat membantu dalam menulis buku dan mencari penerbit mayor:
- Pilih Genre yang Relevan
"Pilih Genre yang Relevan" adalah langkah awal yang krusial dalam menulis buku dan mencari penerbit mayor. Berikut adalah penjelasan lebih lanjut tentang poin ini:
A. Sesuai dengan Minat dan Keahlian:
- Minat: Pilih genre yang sesuai dengan minat pribadi kita. Menulis tentang topik yang kita nikmati akan membuat proses penulisan lebih menyenangkan dan autentik.
- Keahlian: Pertimbangkan keahlian atau pengetahuan yang kita miliki. Hal ini dapat meningkatkan kualitas tulisan dan membuat kita lebih dapat diandalkan sebagai penulis di bidang tersebut.
B. Pelajari Tren Terkini:
- Riset Tren: Lakukan riset menyeluruh tentang tren terkini dalam industri penerbitan. Pahami apa yang sedang diminati oleh pembaca dan penerbit saat ini. Tinjau buku-buku terlaris dalam genre yang kita pertimbangkan dan cari tahu elemen-elemen yang membuat mereka sukses.
- Analisis Pasar: Pahami apakah ada celah atau kekosongan dalam pasar yang dapat diisi oleh buku kita. Identifikasi audiens target dan kebutuhan mereka. Jangan hanya mengikuti tren tanpa pertimbangan; pastikan bahwa buku kita memiliki sesuatu yang unik atau memberikan perspektif baru.
C. Pasar yang Potensial:
- Identifikasi Audiens: Tentukan siapa audiens target buku kita. Pahami profil pembaca potensial, usia, minat, dan preferensi mereka
- Pertimbangkan Potensial Penjualan: Pikirkan apakah buku kita memiliki potensi penjualan yang tinggi. Faktor-faktor seperti popularitas genre, permintaan pasar, dan kebutuhan pembaca dapat mempengaruhi potensi penjualan.
D. Ketepatan Genre dengan Pesan Anda:
- Konsistensi Pesan: Pastikan bahwa genre yang kita pilih konsisten dengan pesan atau tema yang ingin kita sampaikan melalui buku . dan Pertimbangkan apakah gaya dan atmosfer genre tersebut dapat membantu memperkuat pesan kita.
2. Tulis rinci konsep buku kita dalam proposal buku yang menarik ke Penerbit Mayor, dengan cara menyertakan beberapa hal penting sebagai berikut:
A. Ringkasan Konsep
Ketepatan dan Kesingkatan: Rangkum konsep buku secara tepat dan singkat. Pilih kata-kata yang kuat untuk menarik perhatian penerbit. dan Jelaskan esensi buku dengan jelas, mencakup inti dari ide atau pesan yang ingin disampaikan.
B. Sinopsis
Penyampaian Cerita atau Ide Utama: Jelaskan cerita atau ide utama buku kita secara menyeluruh. Hindari memberikan terlalu banyak detail, tetapi pastikan pembaca dapat memahami esensi narasi. dan Gunakan bahasa yang membangkitkan minat dan ingin tahu, sehingga pembaca ingin tahu lebih banyak.
C. Daftar Isi
- Pengaturan Struktur: Sertakan daftar isi yang menggambarkan struktur buku kita. Tunjukkan bagaimana setiap bagian atau bab akan mengalir dan berkontribusi pada keseluruhan narasi.
- Pastikan bahwa daftar isi mencerminkan kerangka kerja yang kohesif dan logis.
D. Informasi tentang Audiens Target
- Profil Pembaca: Berikan informasi detil tentang audiens target. Sebutkan demografi, minat, dan masalah yang mungkin mereka hadapi yang akan diatasi oleh buku kita.
- Jelaskan mengapa kita Ibu relevan dan signifikan bagi pembaca potensial.
E. Bahasa yang Menarik
Gaya Penulisan: Gunakan bahasa yang menarik dan persuasif. Ini adalah kesempatan kita untuk menunjukkan kemampuan menulis kita dan membuat proposal menonjol. Dan Hindari penggunaan kata-kata klise atau umum, dan pilih istilah yang mencerminkan keunikan dan kekhasan buku.
F. Keunikan dan Nilai Tambah
- Tunjukkan Keunikan: Jelaskan apa yang membuat buku kita unik dan berbeda dari karya-karya sejenis. Apakah itu pendekatan baru, sudut pandang yang inovatif, atau tema yang belum terjamah?
- Gambarkan nilai tambah yang akan dibawa oleh buku kita kepada pembaca dan pasar.
G. Profil Penulis
- Sertakan informasi singkat tentang diri kita sebagai penulis. Jelaskan pengalaman, pengetahuan, atau kualifikasi yang membuat kita kompeten untuk menulis buku ini.
- Jangan lupa menyertakan pengalaman penulisan sebelumnya, jika ada, serta prestasi yang relevan.
H. Ide Pemasaran
- Berikan beberapa ide pemasaran potensial untuk buku kita. Bagaimana kita akan mempromosikan dan mencapai audiens target?
- Jelaskan jika kita memiliki platform online atau jaringan yang dapat mendukung promosi buku.
I. Ringkasan Akhir
Ringkaslah poin-poin kunci dari proposal kita dalam ringkasan akhir. Pastikan bahwa penerbit dapat dengan cepat memahami esensi buku dan potensinya.
Menulis proposal buku yang menarik adalah langkah kunci dalam mendapatkan perhatian penerbit. *Proposal yang kuat dapat membuat perbedaan antara diterima atau ditolaknya naskah kita*.
Gunakan proposal sebagai alat untuk mempresentasikan ide buku dengan penuh keyakinan dan daya tarik.
3. Pola Penulisan yang Konsisten:
- Pastikan gaya dan Pola Penulisan yang Konsisten: Pastikan gaya penulisan Bpk Ibu konsisten dan menarik. Perhatikan tata bahasa dan penyuntingan agar naskah bersih dan profesional.
Contoh Singkat Pola Penulisan yang Konsisten:
*Paragraf Awal (Tema)*:
"Dalam keseharian yang terus berputar, kita sering kali terjebak dalam rutinitas tanpa menyadari keindahan di sekeliling. Dalam tulisan ini, kita akan menjelajahi makna kecil di dalam momen-momen sederhana, menggali kecantikan yang terkadang terlewatkan."
*Paragraf Pembukaan Bab*:
"Setiap bab akan memandu kita melalui perjalanan yang berbeda, memperkenalkan sudut pandang yang unik terhadap kehidupan sehari-hari. Mari kita melangkah lebih dalam dan merenungkan arti di balik detik-detik yang sering kali diabaikan."
*Gaya Bahasa dan Nuansa* :
"Gaya penulisan yang diusung dalam buku ini menciptakan nuansa introspektif, memperkenalkan kata-kata yang mengundang pembaca untuk merenung. Setiap kalimat dirancang dengan hati-hati, mengikuti aliran narasi yang konsisten."
- Perhatikan Tata Bahasa dan Penyuntingan yang bersih dan profesional
"Tata bahasa yang diterapkan bersifat kohesif, memastikan keselarasan dan kelancaran dalam membaca. Penggunaan kata-kata yang tepat dan penyuntingan yang cermat menghasilkan naskah yang bersih dan profesional, meningkatkan daya serap pembaca."
Dalam contoh ini, perhatikan konsistensi tema, gaya bahasa, dan penyajian. Setiap elemen mendukung pengembangan ide keseluruhan dan memberikan pengalaman membaca yang kontinu. Keberlanjutan ini menciptakan kenyamanan dan kejelasan, yang esensial untuk menjaga minat pembaca dan mencapai tujuan komunikatif penulis.
4. Kirim Naskah ke Penerbit Mayor:
- Temukan penerbit mayor yang sesuai dengan genre dan gaya penulisan kita.
- Ikuti petunjuk pengiriman naskah dari penerbit tersebut dengan cermat.
Contoh Kirim naskah ke Penerbit ANDI , : Kenapa kirim kepenerbit ANDI :
Penulis dengan Penerbit memiliki kedudukan setara; secara umum Penulis memandang Penerbit bertindak sebagai intermediary karya-karya yang akan disampaikan kepada masyarakat, sedangkan Penerbit memandang Penulis sebagai aset penting perusahaan yang menyebabkan proses penerbitan tetap berlangsung.
Kepentingan apa di balik dorongan untuk menulis? Menulis dapat meningkatkan kredit point (bagi pengajar), meningkatkan kredibilitas, dan pemenuhan finansial. Hal tersebut yang memotivasi penulis untuk menghasilkan suatu karya yang berkualitas.
Apa kelebihan Penerbit ANDI dibanding penerbit lain?
Buku ANDI telah memiliki Brand Name tersendiri di hati masyarakat
Memiliki jaringan distribusi yang luas
Memiliki mesin cetak sendiri sehingga hasil, kecepatan, dan kualitas dapat diatur dengan baik
Memiliki sistem royalti yang jelas, jujur dan dapat dipertanggungjawabkan
5. Bersiap untuk Penolakan
- Bersiaplah untuk kemungkinan penolakan dan terus tingkatkan kualitas naskah.
- Ambil umpan balik dari penolakan untuk memperbaiki dan meningkatkan tulisan kita.
6. Networking di Industri
- Hadiri acara literer, lokakarya, dan konferensi untuk membangun jaringan dengan profesional penerbitan.
- Diskusikan ide buku kita dengan orang-orang yang terlibat dalam industri.
7. Sabar dan Konsisten
- Proses mendapatkan penerbit bisa memakan waktu.
- Tetaplah konsisten dalam upaya kita, dan jangan menyerah meskipun menghadapi penolakan.
Selain itu, pastikan untuk selalu mengikuti perkembangan industri penerbitan dan memahami persyaratan dan preferensi penerbit mayor tertentu. Kesabaran, konsistensi, dan kualitas tulisan adalah kunci dalam perjalanan menuju penerbit mayor.
Sobat guru nusantara yang luar biasa.
Waktu seakan cemburu melihat keromatisan kita. Maka sebelum waktu membunuh kedekatan kita. Biarkan kita mengalah untuk berpisah. (Red.MbakWidya_Simoderator)
Betul-betul malam spesial lah pokoknya ini mah bukan cuma dua telur tapi plus petai, daging, sayur kumplit ada Segelas Jeruk panasnya juga, Q padamu nih kelas malam ini. Tinggal ayo kita bangun dari mimpi indah, cuci mata bergegas malangkah dengan segala langkah dan upaya kita mewujudkan mimpi kita menjadi penulis mayor, menanti keajaiban dari dari karya kita dalam dunia menulis. Kapan lagi kalau tidak sekarang. Toh kita sudah tahu rahasia trik dan tipsnya, Karena Teori akan sirna sia sia kalau tanpa Aksi.
Selamat malam, selamat merencanakan aksi mewujudkan mimpi.

Joss gandos...Lanjutkan sampai jadi buku solo...🥰
BalasHapusaamiin ya Allah, semoga lulus ya mas
HapusSiip menarik sekali artikelnya Mas Taufan
BalasHapuswaaah, matursuksme mbak mentor...mohon bimbingannya sll
BalasHapuswah resumenya lengkap, jelas dan padat berisi mas hehe
BalasHapus