Guru Berkontribusi Dengan Menulis ke Majalah Suara Guru


Sungguh hari-hari yang agak crowded akhir akhir ini. Kegiatan bertumpuk, perlu sedikit lari mengejar dateline. Dari mengejar materi pembelajaran untuk kelas, membuat soal untuk penilaian asesmen akhir semester, kegiatan hari guru, kegiatan sekolah penggerak, PPG dan lain sebagainya di luar profesi menjadi seorang guru. Meski demikian, semangat tidaklah harus pudar untuk memberikan yang terbaik bagi negeri di dunia pendidikan. 

Di bawah naungan PGRI sebagai wadah untuk menampung aspirasi, ide, gagasan tentang kemajuan pendidikan. Guru sebaiknya memiliki pemikiran kritis dalam memajukan dunia pendidikan baik melalui tulisan, kaya nyata yang terblow up. Selain sebagai sarana pengembangan diri juga karya nyata dan tulisan hasil buah pemikiran kita juga bisa menjadi sarana menyumbang ide, gagasan dalam memanfaatkan media dan teknologi. 

Segala ide, pemikiran, saran, dan masukan tentang pendidikan atau apapun  dapat kita suarakan melalui medsos, media digital, platform-platform lain. Dan sebagagai guru dalam naungan PGRI juga hendaknya kita mengembangkan aset wadah organisasi melalui media tulis *MAJALAH SUARA GURU* yang notabene dibawah naungan bendera PGRI. 

Malam ini malam ke 22 Komunitas Belajar Menulis Nusantara gelombang 30. Meski dalam suasana yang crowded dalam melaksanakan kewajiban sebagai guru, semangat belajar untuk berkembang dan mengembangkan potensi harus terus dikuatkan. Salah satunya mengikuti kelas untuk belajar Mengirim Tulisan ke Majalah Suara Giri bersama Bunda Nia Kurniasih dan Bapak Muliadi ini. 

Isi pantun Bu Maynia, nama pena dari narasumber ibu Nia Kurniasih menyapa jiwa menulis saya menggeliat, ditambah rasa penasaran apa dan seperti apa itu Majalah Suara Guru. Karena selama saya menjadi guru, baru kali ini saya mendengar ada Majalah lain selain Derap Guru di bawah Naungan PGRI, yaitu Majalah Suara Guru. Isi pantun pembuka dari ibu Maynia yang menggelitik rasa penasaran dan jiwa menulis adalah

Turis datang membeli batik
Ambil galah usir kangguru
Menulislah dengan cantik
Kirim ke majalah suara guru

Materi KBMN malam ini, memberikan beberapa bahasan, yaitu Mengenal Majalah Suara Guru, Rubrikasi Majalah Suara Guru,Tulisan yang layak terbit dan ditolak Majalah Suara Guru dan Tips-tips menulis di Suara Guru. 

1. Mengenal Majalah Suara Guru
Majalah Suara Guru terbit 2 bulan sekali. Majalah ini diterbitkan oleh Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) sejak 1949. Majalah ini rutin terbit bulanan sejak tahun 1950-an sampai beberapa tahun belakangan. 
Kantor Redaksi Majalah Suara Guru berlokasi di Jalan Tanah Abang III No. 24, Jakarta Pusat. 
Pada awal berdiri, majalah ini merupakan media organisasi sebagai media komunikasi dan perjuangan PGRI yang ada sejak seratus hari setelah proklamasi, di masa perjuangan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia. 
Media ini juga aktif mengadakan pelatihan  menulia bagi Guru bekerja sama dengan PGRI sampai sekarang. berikut adalah tampilan majalah dan Dewan Redaksi Suara Guru


2. Rubrik Majalah Suara Guru
Beberapa rubrik yang ada di majalah suara guru antara lain adalah Suara Utama, Ketum Menyapa, Opini, Organisasi, Editaintment, Oase, Sosok, Percik, Praktik Baik, Sekolah, Kampus, Bahasa, Sastra dan Wisatawan.

3. Tulisan yang Layak Terbit
tulisan yang layak terbit di majalah Suara Guru haruslah mencakup Topik yang aktual dan menari, Judul tidak lebih 6-7 kata, Jumlah kata/katakter sesuai ketentan (700-1000 kata), Penulisan kata sesuai PUEBI, Tidak plagiasi, Tidak sering diangkat dalam tulisan lain sperti media masa, blog atau lainnya.

4. Mengapa Tulisan Ditolak?
Alasan mengapa tulisan ditolak oleh majalah Suara Guru adalah : Topik kurang aktual/ sering ditulis oleh penulis lain, Kurangnya halaman/space pada media tersebut, Bahasa tidak sesuai dengan PUEBI, atau juga jika terlalu banyak tulisan yang masuk yang mebuat admin harus menyeleksi atau menyortir tulisan.

5. Tips Agar Tulisan Dimuat Di Majalah Suara Guru
Ada beberapa tips agar tulisan kita dimuat di Majalah Suara Guru, antara lain :Sering membaca artikel yang diterbitkan Majalah Suara Guru,Cari informasi gaya selingkungnya, Cari topik dan angkat tema yang sedang hangat dan sedang dibicarakan publik, Bahas tulisan yang sudah dimuat dengan sudut pandang lain, swasunting tulisan sesuai EYD.

Untuk menulis sesuai EYD kita sering lupa penulisan kata depan dan awalan "di" mana yang disatukan mana yang dipisah, selain itu juga pemilihan kata " kebiasaan" dan "seharusnya", misalnya kata "BIS" yang seharusnya ditulis dengan "BUS"

Dalam menulis juga kita harus tahu mana yang disebut Opini dimana ini merupakan tulisan artikel yamg berisi pandangan, pendapat, ide atau gagasan pribadi tentang suatu hal/masalah/ yang ingin disampaiakan penulis. Serta harus tahu mana yang termasuk Feature merupakan tulisan jurnalistik perpaduan opini dan berita, dengan gaya bercerita/story telling yang mengandung unsur human interest (ketertarikan manusia) pada sebuah peristiwa yang fokus pada orang, tempat, dan peristiwa tertentu.

Nah, kiranya seperti itulah mabahasan materi KBMN gelombang 30 di malam ke 22 ini, mari bersama membangun diri dengan mengembangkan ketrampilan menulis kita para sobat guru nusantara. Jangan lupa pula bangun kreatifitas yang mengembangkan produktifitas wadah kita sebagai guru di majalah Suara Guru yang bernaung pada rumah kita yaitu PGRI.

Kesini nih sobat guru, kalau mau karya dari hasil tulisan kita yang mau dimuat ke Majalah Suara Guru, catat ya emailnya majalah.suaraguru@gmail.com 
Semangat !!!!!

Komentar

  1. Saya kalimat di Paragraf kedua.Sangat menginspirasi.Maju terus mas taufan.😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya terinspirasi dengan mas hevi yang terus berkarya lewat tulisan yang saya baca di buku hadiah dan karya digital njenengan

      Hapus

Posting Komentar