Berkarya Menulis Puisi


MasyaAllah, menemukan masa-masa sok romantis saat di bangku SMA. Semasa yang katanya cinta monyet, malu bercampur takut menyatakan perasaan kepada si Doi dan akhirnya cuma bisa berkata-kata lewat tulisan entah apa itu, rangkaian kata pujangga ala ala romantis dalam elegi sok puitis mengagumi dalam tinta cinta di buku tulis usang... eeaakkk

Bagaimana tidak, lha wong Kelas Belajar Menulis Nusantara 30 di malam ke 26 ini bersama Ibu H.E. Hasanah, M.Pd dan Mba Yandri Novitasari, S.Pd akan membahas Menulis puisi kok sob... pasti seru nih. 

Seseru menggali kembali jiwa romantis merangkai kata indah yang penuh makna saat masih putih abu dulu.
Oke sobat guru, 
Biar mengupgrading pengetahuan kita tentang puisi, saya rasa perlu mengenal apa itu puisi dan bagaimana membuat puisi yang baik ya.. 

Jadi, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI Puisi merupakan ragam sastra yang bahasanya terikat oleh irama, matra, rima, serta penyusunan larik dan bait. Atau dengan kata lain merupakan gubahan dalam bahasa yang bentuknya dipilih dan ditata secara cermat sehingga mempertajam kesadaran orang akan pengalaman/perasaan dan membangkitkan tanggapan khusus lewat penataan bunyi, irama, dan makna khusus. 

Sedangkan menurut HB Jassin Puisi adalah Suatu karya sastra yang diucapkan dengan perasaan dan memiliki gagasan atau pikiran serta tanggapan terhadap suatu hal atau kejadian tertentu.

Puisi biasanya dikenal oleh khalayak ramai dengan sajak yang banyak jenis dan cirinya masing-masing tergantung pada isi dan ciri-cirinya masing-masing.Baik jenis, pola, isi dan lainnya. 

Selain definisi puisi dalam langkah membuat puisi yang baik juga harus pahami  tentang struktur fisik (unsur wujud) dari puisi, yang di antaranya ada bentuknya bagaimana, diksi atau pilihan kata , majas untuk menginterpesonate dengan bahasa kiasa dan rima/persamaan akhir bunyi untuk memperindah puisi yang akan ditulis. 

Jenis Puisi dan Cirinya
  •  Puisi Lama
Puisi yang masih terikat oleh aturan-aturan yaitu jumlah kata dalam 1 baris, jumlah baris dalam 1 bait, persajakan (rima), banyak suku kata di tiap baris.

cirinya:
- Tidak diketahui nama pengarangnya
- Penyampaian dari mulut ke mulut yang merupakan sastra lisan.
- Sangat terikat akan aturan misalnya jumlah baris di tiap bait.

Contohnya : 
🦊 Mantra, yaitu ucapan-ucapan yang dianggap memiliki kekuatan gaib.

Contoh: mantra untuk mengobati orang dari mahluk halus.
Sihir lontar pinang lontar
Terletak diujung bumi
Setan buta jembalang buta
Aku sapa tidak berbunyi

🦊 Pantun, adalah puisi yang bercirikan bersajak a-b-a-b, setiap bait terdiri dari 4 baris, dan di tiap baris terdiri dari 8-12 suku kata, 2 baris awal sebagai sampiran, sedangkan 2 baris berikutnya sebagai isi.

Contoh: pantun nasihat.
Sungguh elok emas permata
Lagi elok intan baiduri
Sungguh elok budi bahasa
Jika dihias akhlak terpuji

🦊 Talibun, yaitu pantun genap yang setiap barisnya terdiri dari 6, 8 atau 10 baris. 

Contoh:
Anak orang di padang tarap
Pergi berjalan ke kebun bunga 
Hendak ke pekan hari tiap senja
Di sana sirih kami kerekap
Meskipun daunnya berupa
Namun rasanya berlain juga

🦊 Seloka, yaitu pantun yang berkait atau saling bertautan. 

Contoh:
Sudah bertemu kasih sayang
        Duduk terkurung malam dan siang
Hingga setapak tiada renggang
Tulang sendi habis terguncang
  •  Puisi Baru
Puisi yang tidak terikat oleh aturan yang mana bentuknya lebih bebas dari pada puisi lama dalam segi jumlah baris, suku kata, maupun rima.

cirinya:
- Memiliki bentuk yang rapi dan simetris (sama)
- Persajakan akhir yang teratur
- Menggunakan pola sajak pantun dan syair walaupun dengan pola yang lain.
Sebagian besar puisi empat seuntai (baris)
Contohnya: 
🐸Balada, yaitu puisi berisi kisah/cerita.
🐸Himne, adalah puisi pujaan untuk menghormati tuhan, seorang pahlawan, atau tanah air.
🐸Ode, adalah puisi sanjungan untuk orang yang berjasa. Nada dan gayanya sangat resmi bersifat menyanjung terhadap pribadi tertentu.
🐸Epigram, yaitu puisi yang berisi tuntunan /ajaran hidup.
🐸Romansa, adalah puisi yang birisi luapan cinta kasih.
🐸Elegi, adalah puisi yang berisi ratap tangis/kesedihan.
🐸Satire, yaitu puisi yang berisi sindiran/kritik.

Sungguh luar biasa kelas malam ini, selain antuisias peserta yang luar biasa juga ternyata banyak suhu dan maestro puisi di KBMN gelombang 30 ini. Terbukti, pada saat diberi tantangan untuk sahut puisi dan tantangan membuat puisi bebas secara spontan dan on the spot dari narasumber kepada peserta dengan iming-iming imbalan untuk karya terbaik. 

Sayapun tidak mau kalah sob, menjawab tantangan membuat puisi dengan irah-iraha "embah* sebagai wujud sayang bakti pada ibunda tercinta dan alhamdulillah dapat terbaik 1 masuk kategori juara doong. (sombong amat) 😄😃😀. Kayanya sih cuma kebetulan jadi terbaik, soalnya peserta yang lain juga nggak kalah keren. Cuma begini nih puisinya

*embah*

mungil badan berbalut kain batik jarit membungkus kulit rentamu
kebaya batik bercorak kembang merah di selembar kain putih pas ditubuh
bersanggul sederhana, bermahkota konde

senyummu tak seelok foto mudamu
rona bibirmu tak semenor cerita manis dari masa lalu
bahkan kulitmu sudah tak lagi mulus
engkau hanya bersahaja dalam wibawamu

kini aku memujamu dalam hormatku
petuahmu mentitahkan kesahajaan untuk hidupku
wahai embah,
yang berhasil melukis bentuk dunia untuk kami
menyemarakan ruh keluarga dalam senjamu
embah

'Ndongkal 11 Desember 2023*

Heheheh, jadi tambah semangat untuk membuat karya lain ya sob.. 
Semoga dengan bekal materi malam ini, kita bisa menikmati keajabain dari hasil kita menulis karena betul apa yang dikatakan Om Jay, bahwa tulisan kita membawa takdirnya sendiri. 

Salam Literasi







Komentar