Mudahnya Menulis Dengan 5 Resep Jitu

Komunitas Belajar Menulis Nusantara gelombang 30 sudah mencapai titik perjumpaan ke 9. Awalnya merasa berat untuk melakukan hal yang baru bagi saya, apalagi dalam kegiatan menulis dan tantangan membuat buku dalam 30 hari. Maklum, biasa nulis kontemporer tanpa adanya tendensi dateline, target apapun dalam kegiatan menulis. 

Saya berpikir bahwa menulis itu tidak mudah, harus menata kata, diksi, bahasa dan unsur lain yang harus dipakemi, dipedomani. Tetapi hari ini, melalui Komunitas Belajar Menulis Nusantara 30 saya di kasih pandangan bagus dari Narasumber oleh seorang profesor muda yang cerdas dengan khas kacamata dan kopiyahnya yang sudah berkarya dalam dunia menulis sekitar 47 karya buku yang luar biasa dan masih aktif dalam menulis artikel maupun jurnal, beliau adalah Prof. Dr. Ngainun Naim M.H.I yang di pandu oleh moderator yang komunikatif Ibu Purbaniasita Kusumaning Sedyo, S Pd. Pikiran yang tadinya merasa bahwa menulis itu sulit, mulai berubah paradigma saya.

Bersyukur sekali bisa ikut kelas KBMN ke 30 bertemu dengan orang-orang hebat dalam dunia tulis menulis. akhirnya menjadi tahu kalau bukan cuma masakan yang punya resep biar maskannya top markop. Ternyata  perlu juga resep untuk mengatasi anggapan bahwa menulis itu sulit. 

Ya, mungkin menulis itu mudah bagi yang sudah bisa dan biasa,  sulit bagi orang seperti saya yang mungkin bisa tapi tidak biasa atau keduanya tidak bisa dan tidak biasa. Makanya perlu resep dalam menulis biar sebuah KESULITAN menjadi TANTANGAN. Kira-kira apa saja yah resepnya? Okey Sob, Saya coba ulas lagi ya resepnya:

1. Ini kunci penting. Jadi jika ingin mudah menulis maka langkah pertama adalah membangun optimis
Optimis inilah yang akan mengantarkan aktivitas menulis itu menjadi mudah, kalau kita tidak optimis ya berat. Optimis ini bisa mengubah KESULITAN menjadi TANTANGAN karena tantangan bukan untuk dihindari tetapi ditundukkan lho

2. Mulailah menulis hal-hal sederhana dan target yang muluk-muluk. 
Menulislah dari hal yang simple, nggak usah yang susah-susah. Kita bisa ko tulis perjalan kita, kegiatan harian kita, pengalaman kita. Dan nggak usah target harus sekian halaman, cukup sehari lima paragraf misalnya. Yang utama adalah niat kuat, wong dari lima paragraf sehari saja secara tidak sadar kita sudah menulis setengah halaman, coba kalau satu bulan? pokoknya niat kuat dan konsisten aja, pasti mudah dan lama- lama terbiasa terus jadi bisa deh dengan sendirinya. 

3. Rajin mencari sumber inspirasi menulis.
Jangan pasif atau menunggu ide datang cuma duduk diam, ngopi, ngrokok. Ya, meskipun ada beberapa yang kadang itu dijadikan cara sih cari ide. Tapi, sebaiknya
ide inspirasi itu harus dicari, jangan dinanti dengan diam. Sambil duduk, ngopi, ngrokok kita bisa sekalian ngunjungi blog demi blog. Baca, cermati, kritisi untuk asah kepekaan kita karena siapa tahu dari situ kita jadi nemu inspirasi yang dijadikan sumber ide kita untuk menulis. Lumayan dapat semuanya, nikmat ngopi ngrokonya, dapat inspirasinya.

4. Banyak Membaca.
Dengan membaca kita bisa menambah kosa kata, referensi bahasa, mencermati isi, menambah wawasan. Membaca apapun, buku, majalah, novel atau dari media digital sekarang juga banyak sih yang bisa kita jadikan sumber ide. 
Membaca merupakan sumber inspirasi yang tidak pernah kering, semakin banyak membaca membuat stok pengetahuan untuk ditulis semakin banyak dan otomatis ide demi ide juga akan semakin mudah untuk ditemukan.

5. Meluangkan waktu untuk menulismenulis dan Jangan Jadikan Menulis itu sebuah BEBAN. 
Resep yang satu ini nih yang biasa kita abai. Jadi, jangan menunggu waktu luang yang hanya selalu saja akan ada alasan untuk tidak menulis. Kita perlu berjuang untuk MELUANGKAN WAKTU MENULIS. misal 10 sampai 20 menit cukup kayanya untuk menulis yang sederhana dan simple terget berapa paragraf. Menulis terus, menulislah tanpa beban tanpa ada rasa khawatir, takut, resah, stres atau hal lain yang menghambat psikologis kita untuk menuliis. menulislah dengan konsinsten dan niat kuat tadi. 
Menulis adalah soal rasa. Butuh latihan untuk menikmati bagian demi bagian, tahapan demi tahapan menulis untuk menghasilkan karya yang baik. 

Nah, itulah ulasan 5 resep yang bisa dipilih jika ingin menulis dengan mudah.

Apakah betul-betul mudah nanti praktik menulis?
Saya tidak bisa menjawabnya, karena kita yang akan membuktikannya sendiri tentunya. 

Ikhlaslah dalam dunia menulis, karena dengan hal itu bisa memberikan berkah dalam hidup

Don't Forget.!?! Resepnya mudah, ayukzlah menulis ibarat kata,  betul kata ibu Sita sang moderator KBMN 30 bahwa

_Jika Tanganku adalah kuas, maka tulisanku adalah lukisan berjuta warna._

_Jika tulisanku adalah musik, maka aksaraku kan menari melentingkan rasa seirama._

_Jika menulis laksana udara, kan kuhirup aroma berjuta asa_
_Menelisip masuk relung dada_
_Memenuhi peparuku dengan berjuta frasa._ 

Ya Menulis itu mudah, semudah bernafas, berkata, melukis, bernyanyi maupun menari. 












Komentar

  1. Balasan
    1. terimakasih, ibu.... masih perlu bnyk belajar, termasuk dr ibu Hesti gorang jg... 🙏

      Hapus

Posting Komentar