Memanfaatkan PMM sebagai Sarana Menulis bagi Guru
wah... sobat guru, gimana nih?
sudah sampai topik berapa?
sudah dapat sertifikat berapa?
Begitulah kira-kira, pertanyaan yang sering muncul pas lagi ada momen bahas platform pengembangan diri sebagai pendidik. Platform Merdeka Mengajar, sebuah terobosan mas menteri pendidikan, kebudayaan riset dan teknologi Muhammad Nadiem Anwar Makariem dalam dunia pendidikan sebagai sarana pengembangan diri dalam kebijakan yang luar biasa, yaitu Merdeka Belajar.
Di pertemuan ke 18 Komunitas Belajar Menulis Nusantara ke 30 punya terobosan baru juga dalam memberikan materi yang update dengan dunia pendidikan yang digagas mas menteri yang biasa kita sebut dengan nama pak Nadiem. Materi KBMN tersebut adalah tentang Pemanfaatan PMM sebagai Media menulis sebagai sarana pengembangan diri sebagai seorang pendidik dalam kaitannya ketrampilan menulis.
Di dalam pembahasan materi Pemanfaatan PMM sebagai Media Menulis, KBMN gelombang 30 mengamanatkan Ibu Helwiyah, S.Pd., M.M. dan Bapak Sigid PN S.H. untuk membersamai kelas ke 18 sebagai narasumber dan moderator. Pak Sigid yang sudah memiliki derertan sertifikat dalam dunia PMM sangat piawai membawa suasana kelas mendampingi Bunda Ewi sang penggiat literasi yang handal untuk memberikan ilmu tentang materi yang di gelombang sebelumnya belum ada dan baru ada dalam KBMN PGRI gelombang 30.
Di malam yang bertepatan dengan malam diperingati Hari Guru besok 25 Novemeber, materi perdana terkait PMM untuk dimanfaatkan secara baik bagi seorang pendidik untuk mengasah ketrampilan dalam dunia tulis menulis menurut saya sebagai pendidik merupakan momentum yang pas untuk menggairahkan upgrade diri bagi dunia pendidikan.
Sobat guru nusantara, seberapa jauh kita sudah tahu, mengenal dan belajar di PMM?
sependapat dengan bunda Ewi, sesuai keterangan yang saya dapat juga dari beberapa sumber dinataranya di google dan PMM itu sendiri. Platform Merdeka Mengajar merupakan Platform Edukasi yang diluncurkan oleh Kemendikbudristek pada 11 Februari 2022 ( Merdeka Mengajar epidsode 15 ) sebagai salah satu dukungan dalam implementasi Kurikulum Merdeka. MM dibangun untuk membantu guru dalam mendapatkan referensi, inspirasi dan pemahaman tentang Kurikulum Merdeka.
PMM menjadi teman penggerak yang selalu update hampir setiap harinya untuk pendidik dalam mewujudkan Pelajar Pancasila yang mudah dalam aksesnya, bisa dalam gawai kita dan/ataupun diperangkat komputer yang kita punya serta memiliki banyak fitur Belajar, Mengajar dan Berkarya. Untuk masuk pada platform PMM kita dapat log in dari browser https://guru.kemdikbud.go.id.
Terus, Apa sih manfaat PMM dalam dunia menulis?? tampilan inti pada PMM bisa dilihat nih tampilan gambar yang saya screeenshoot langsung dari Platformnya..
Pada halaman beranda, kita dapat melihat informasi terkini yang akan sering berubah. Fiur-fitur inti yang dibutuhkan oleh pendidik Tentang Kurikulum Merdeka dari mulai setiap topiknya, Kegiatan Belajar Mengajar, Pengembangan Diri, mencari dan Berbagi Inspirasi. Di sana kita para pendidik dapat menemukan berbagai hal yang dibutuhkan untuk mendukung kompetensi dan persiapan bahan ajar.
Lantas, di bagian mana kita bisa memanfaatkan PMM sebagai media menulis?
Sebenarnya setiap kita menuliskan refleksi tiap modul dan membuat aksi nyata, kita sudah menunjukkan kemampuan menulis kita. Tulisan kita yang terkait dengan pendidikan dan Kurikulum Merdeka bisa di bagikan dan disimpan di artikel kita di berbagai platform yang kemudian bisa kita jadikan menjadi sebuah karya tulis yang baik melalui pengembangannya.
Patform Merdeka Memgajar sangat efektif bagi kita sebagai penulis. Tulisan kita selama ini di media online , dapat kita bagikan juga di sini tanpa sensor plagiat karena kita tidak ada unsur komersil dalam platform yang kita singkat PMM tersebut. Dan berarti dengan tulisan yang sudah kita jadikan bukti karya di PMM berarti sudah kita ikhlaskan untuk dimanfaatkan oleh orng lain termasuk di ATM (Amati,Tiru dan Modifikasi) karena PMM kan merupakan sumber belajar dengan paket lengkap yang dapat dimanfaatkan para guru untuk belajar, mengajar dan berkarya.
So, semangat terus sobat guru semua sang insan cendikia yang akan terus mengabdi bagi peserta didik demi terwujudnya Profil Pelajar Pancasila dalam dunia pendidikan di negri Indonesia yang kita cinta ini.
Jangan apatis terhadap perkembangan dan perubahan. Adaptasi, Berkembang untuk terus tergerak, bergerak dan menggerakan.



Mantap mas taufan resumenya.Saya baru dapat dua sertifikat PMM nih.Semangat selalu.🤩
BalasHapusPinter menulis resume dengan mengajukan pertanyaan
BalasHapusSalah satu teknik menulis artikel