The Trick Of Resume

Istilah resume pasti sudah tidak asing lagi di telinga kita. Karena, dulu ketika kita masih dibangku sekolah sering mendapat tugas meresume atau merangkum, katanya sih biar mudah untuk belajar. 

hayoooo ngaku....siapa yang dulu suka males untuk meresume....?? ups..kayanya, saya juga dulu ogah-ogahan kalau disuruh meresume ding....heheheh

Mungkin karena belum tau dari mana mulainya yang mau diresume, apa saja yang mau diresume, bagaiamana cara meresume, dan pokoknya susah lah meresume itu sob... 

eitsss tenang....ingin tahu kan gimana cara meresume yang bagus? sini, saya bisikin the trick of resume... 

The trick of resume ini saya ambil dari sumber yang saya dapat dari Komuntas Belajar Menulis Nusantara (KBMN) di Angkatan ke 30 pertemuan ke 3 dengan Narsum yang infonya adalah dari seorang ibu  guru cantik yang mempunyai segudang prestasi yaitu bunda RALIYANTI, S. Sos., S. Kom., M. Pd dengan content materi yang berisi tentang TEKNIK PENULISAN RESUME. Ternyata resume itu merupakan cara yang cukup efektif untuk menggambarkan intisari atau gagasan utama dari sebuah isi sebuah tulisan. 

Seperti sudah kita ketahui, Resume adalah ringkasan atau rangkuman dari sebuah karangan atau tulisan yang panjang.

Maksudnya.... biar lebih ringkas tapi tetap gampang untuk dipahami  inti dari isinya lho ya!?ibarat kata tidak ada basa basi tapi isinya pas sesuai porsi yang di minta gitu...mengena euy... 

Dalam resume, kita hanya menuliskan kembali intisari atau pokok informasi tapi tidak menghilangkan detail atau bagian penting dari tulisan tersebut. Dan setidaknya terdapat beberapa format yang seharusnya ada dalam resume. Isi dari esume materi harus memuat informasi-informasi berikut:

1. Judul materi dan nama narasumber, 

2. Ringkasan singkat tentang tema utama materi, 

3. Bagian-bagian penting dari materi yang dipilih untuk disertakan dalam resume. 

Jadi, biar resume itu baik dan pas pada porsinya, begini nih trick of resumenya. 

Cara Menulis Resume dengan Benar:

1. Amati materi dari Narasumber dengan baik.

2. Modifikasi materi yang diberikan narasumber menjadi bahasa sendiri dengan kaidah penulisan yang baku.

3. Hindari copy paste seluruh materi narasumber

4. Kembangkan materi yang disampaikan narasumber dengan relevansi materi dari luar yang related.

5. Berikan kesimpulan di akhir penjabaran resume atau tepatnya sebelum kalimat penutup.

6. Yang terpenting dalam membuat resume adalah membuatnya dengan gaya bahasa sendiri, agar tulisan kita memiliki seni yang khas.

Eh, Ada lagi ding yang jadi crutional pointnya, hal hal penting yang mesti kita  perhatikan dalam kita menulis resume:

1. Tulis Resume dengan Paragraf Pendek-pendek. Karena, paragraf yang panjang cenderung membuat pembaca menjadi jenuh.

2. Tulis pernyataan narasumber dengan gaya Parafrashe, yaitu kalimat pengulangan yang dikemas dengan gaya bahasa sendiri

itu tuh.... jadi tau kan trick of resume? iya doong masa nggak sih.... 

nah, sekarang bakal saya kulik nih trik cepat menulis resume namun tetep bagus, baik tulis manual, atau di media elektronik

a. duduk rilexs 10 menit sebelum kegiatan membaca, menonton, mendengarkan materi yang akan diresume

b. tulis narasi pembuka yang related to materi

c. tulis narasi penutup sebagai simpulan

d. tulis resume dengan paragraf pendek, biar nggak males saat dibaca lagi

e. tulis resume dengan gaya bahasa paralelisme, yaitu perulangan bahasa materi dengan gaya bahasa sendiri biar memiliki kekhasan/karakter dalam bahasa tulisan.

Meresume itu banyak manfaatnya lho, selain bisa mengasah olah fikir dalam kebahasaan juga ini bisa buat modal kita jadi seorang penulis juga. ya.... harapanyya sih biar bisa terkenal dapat cuan deeeeh... wkwkwk

Mau kan, mau kan? 

Kalau emang mau jadi penulis, Sebagai penulis pemula, memang bukan hal yang mudah untuk menumbuhkan sikap percaya diri. Pokoknya, yang penting tidak menjiplak, plagiat bahasa inteleknya...

Untuk menjadi penulis handal, kita harus memupuk mental baja dalam menulis. Caranya:

1. Tanamkan sikap percaya diri. Jangan merasa malu, karena tulisan yang kita anggap jelek akan menjadi luarbiasa bagi mereka yang tidak pernah belajar menulis.

2. Siap dengan segala kritikan. Meskipun terkadang budaya memuji lebih banyak dari budaya mengkritik, namun pujian itu harus membuat kita semakin memperbaiki tulisan. 

4. Bangunlah tulisan di berbagai Blog. Hal ini amat perlu karena terkadang orang akan bosan melihat penampilan kita yang itu2 saja. Ibarat makan dengan sayur sayur itu saja, tentu orang akan bosan jika terus dengan jenis dan rasa yang sama.  Itulah sebabnya tulisan harus memiliki rasa, tampilan dan jenis lain, salah satunya  tulisan kita pada blog lainnya.

Menulis di berbagai platform blog yang berbeda juga menanamkan mental penulis yang mudah beradaptasi dan tak segan memberi perubahan. 

Dari resume yang sudah semua kita buat itu, bisa tuh kita jadikan hasil karya nyata berupa buku dengan cara

 1. Buat TOC/Daftar isi

2. Pilih resume yang akan dijadikan buku

3. Copas dab Pindahkan ke ms word.

4. Rapikan

5. Cari dan kirimkan penerbit

Waaaaah, asyik ya.... ternyata dari ketrampilan kita meresume, merangkum, meringkas atau apalah istilah lainnya bisa ada manfaatnya juga. yang penting Trick and Tipsnya di kaidahi jangan asal dalam menulis resume.

Kuyz lah.... jadi Penulis Wanna Be... 

karena menulis akan terasa sulit jika kita terus memikirkan bagaimana caranya menulis. Jika ada sesuatu yang dipahami langsung dituliskan saja. Jangan ada kata nanti karena belum tentu ide itu datang kembali dengan wujud yang sama. Jadi langsung action. Tuliskan apa yang dipahami dan yang dikuasai agar bisa 100 persen percaya diri menuliskannya. Selamat mewujudkan karya bapak iu.. Semangat!!!


Komentar

Posting Komentar