Solusi Atasi Jiwa Writer's Block

Hai Sob...

Hari ini, 27 Oktober 2023 pas belajar di KBMN gelombang 30 bersama ibu guru muda Ditta Widya Utami,S.Pd.Gr. sebagai narsumbernya dengan Mediator Bunda Lely Suryani, S.Pd.SD. Materinya pass banget dengan suasana hati yang lagi pada fase mood swingnya kebangetan, mata sepet banget nahan kantuk mungkin gara- gara belum dikasih teh panas tawar yang disuguhkan dengan manis senyuman uminya anak2 kali yahhhh.....?? upppss jadi curhat... 

tapi iya sih, lagi males goyang jari aja nuangin isi otak yang lagi semruwengg. tau nggak semruweng??? 

bahasa gampangnya ruwet, buntu ide mentok kata-kata buat nuangin apa di blog hari ini. 

Ada yang pernah nggak sih sob...merasakan "Kebuntuan dalam menulis? " 

ya, kebuntuan dalam menulis merupakan sebuah keadaan ketika penulis merasa kehilangan kemampuan menulis atau tidak menemukan gagasan baru untuk tulisannya. (red.Wikipedia) 

Untungnya ikut kelas KBMN di pertemuan 6 ini, jadi ada sedikit ngegas lagi dapet new mood booster

Dan ternyata Kehilangan kemampuan menulis dan membuat karya tulis baru tidaklah disebabkan oleh masalah komitmen atau kecakapan menulis saja(red.Wikipedia) 

Layaknya detik jarum jam, berjalan tepat waktu ketika power supply batre full, tapi pasti akan ada masanya tiba-tiba lambat bahkan berhenti ketika power supply habis. 

Begitu pula perjalanan kita dalam berkarya dan menulis. 

Mulai dari masalah kesibukan, mood swing, hingga kendala lainnya yang membuat kita stuck dan jalan di tempat.

"Aduuh, bingung mau nulis apa lagi? "

 ATAU 

"Kok nggak ada ide yaa, lagi buntu". 

Woiiii virus lagi nempel di saya lho sob ini😞

Bahaya, bahaya, bahaya.... ?? 

Virus WRITERS BLOCK lagi kuat banget nempel kayanya. duh. duh. duh

Hmmmm penasaran nggak sob, virus apa itu? 

Mau tahu virus apa itu, cara menanggulanginya, ciri-cirinya, dan trik untuk menghindarinya??

Saya coba njelntrehkan ya dari apa yang saya dapat di materi KBMN malam ini..πŸ˜‰πŸ˜‰

WB atau _writer's block_ mungkin sudah tidak asing lagi bagi kita. 

Meski mungkin ada yang baru mengenal istilah WB, ada kemungkinan kita semua pernah mengalami WB.

Diperkenalkan pertama kali oleh psikoanalisis Amerika, Edmun Bergler pada tahun 1940-an.

Jika, kita sering mengalami ciri-ciri sulit fokus, tidak ada inspirasi menulis, menulis lebih lambat dari biasanya, atau merasa stres dan frustasi saat menulis itu tandanya kita sedang terjangkit virus Writer's Block / WB lhooo

Virus WB ini bisa menyerang siapa pun, entah penulis pemula ataupun sudah profesional. Bahkan Cerpenis, Novelis, _Script writer_, jurnalis daaan berbagai macam profesi menulis lainnya punya kemungkinan terserang WB. Dan itu terbilang wajar sih, kan penulis juga manusia bukan dewa... 

Cumaan, yang membedakan adalah seberapa cepat kita menangani virus WB  karena virus tersebut bisa menjangkit dalam hitungan menit, jam, hari, minggu, bahkan berbulan bulan.😱😱😱

Jangan sampai virus WB menjangkit bagi kita  dalam waktu yang lama, sangat tidak diharapkan bagi kita yang sedang menyelami dunia menulis yang ujungnya bakal mematikan kreativitas dan produktivitas kita dalam menulis.

Lantas, apa yang harus kita lakukan dong pas sudah mulai terjangkit virus WB itu?

WB itu ibarat penyakit yang akan mudah diobati bila kita tahu penyebabnya. Oleh karena itu, penting bagi seorang penulis untuk mengenali dirinya sendiri. Karena dengan bagitu, akan jauh lebih mudah mengenali penyebab WB yang sangat beragam.

Dari berbagai artikel, secara umum WB bisa disebabkan oleh beberapa hal berikut:

1. Mencoba topik/tema baru

Jangan coba coba dulu memilih topik/tema baru, on flow aja pada passion menulis kita

2. Stres dan Lelah Fisik/Mental

Aktivitas harian yang padat, tekanan dari pekerjaan atau lainnya terkadang membuat kita (sadar/tidak) mengalami stres. Dalam kondisi tersebut, jangankan menulis, tubuh pun sepertinya sudah menyerah duluan.

3. Terlalu Perfeksionis

Ingin menghasilkan tulisan yang berkualitas itu sangat penting bagi penulis. Tak bisa dipungkiri bahwa kita sebagai manusia selalu ingin melakukan yang terbaik.

Tapi kalau masih takut salah, merasa belum bagus, gak mau dikomentarin sama orang lain, ditimbun deh tuh tulisan.

Lha wong fitrah manusia, bahwa melakukan kesalahan itu adalah hal yang wajar. Artinya bahkan penulis profesional atau yang sudah memiliki jam terbang tinggi dalam kepenulisan pun bisa jadi masih melakukan kesalahan ketika menulis.

Trik lain pada saat kena virus WB juga bisa healing setitik (red.sejenak)πŸ˜„,misalnya : baca buku yang ringan dan menghibur, kuliner atau sekedar jalan keluar rumah dan main sama anak juga bisa cukup me- _recharge_

atau juga bisa curhat lewat tulisan itu termasuk salah satu cara mengatasi WB. Dalam istilah psikologi namanya menulis ekspresif.

Tekniknya kita tuangkan semua emosi yang bahkan perasaan yang bersifat traumatis sekalioin juga bisa kita tuangkan dalam bentuk tulisan untuk mengurangi WB, jaman jadulnya lewat dear diary.....

berasa tua banget, inget-inget jaman diary😍

eeeeeh......jangan salah, jaman diary dulu di dunia psikologi terbukti membantu memulihkan kesehatan mental lho. 

Katanya sih kata kuncinya adalah "menyempatkan waktu", bukan menyisakan waktu untuk menulis dan biar gampang juga mendingan saat menulis ya harus _based on data_. karena dipastikan yang kita sampaikan itu benar.

Ini sih jleb banget bagi saya ya sob. Penulis pemula yang baru bisa merangkak, dan masih uring-uringan mood swing nya.... heheheh

Emang sebaiknya di tahap awal belajar menulis sebagai penulis pemula seperti saya atau ketika kita terserang WB, kita bisa coba menulis dengan teknik _free writing_.

Menulis bebas atau _free writing_ ini adalah teknik menulis dimana kita mengesampingkan terlebih dahulu tentang salah ejaan, salah ketik, koherensi dan sebagainya.

Pokoknya yang  penting nulis, TITIK. 

ya karena menulis itu "kata kerja", maka tak ada cara lain yang lebih baik selain praktik menulis itu sendiri. Jika sekedar belajar tata cara menulis tapi jarang dipraktikkan, ya akan kurang optimal hasilnya. Kecuali pada mereka yang telah dianugerahi bakat menulis 😁

Selama kita konsisten menulis, dengan sendirinya kita akan berlatih memperbaiki setiap tulisan kita dari waktu ke waktu.

Dan tulisan jelek masih lebih baik daripada tulisan yang tidak selesai.

SO, Lets Do It Now! 

Jangan Berhenti Menulis, Hempas Virus Writer's Blok sekarang juga. 

Ingat, Dari Menulis ada Keajaiban yang datang kedepannya?!?!?!?!?! 






Komentar