Bagai Dua Sisi Mata Uang, Guru dan Buku Ajar

Hai, Sobat guru....

Sudah punya buku ajar belum?

Yang sudah punya buku ajar, dari hasil beli, hasil copy paste, apa hasil nulis sendiri nih. Hayooo ngaku....🤭🤭🤭

Pasti lebih puas, lebih greget, lebih kerenn dong kalau guru bisa nulis buku ajar sendiri. Selain kepuasan ada keuntungan lain. bisa jadi dapat promosi & penaikan pangkat,mendapatkan insentif , dapat finansial atau royalti.

Coba bayangkan ketika buku ajar nya ciptaan kita sendiri, pasti Keren dan ada nilai kepuasan yang tak ternilai, siapa yg setuju pendapat ini?

Guru dan buku ajar adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Kaya Romeo dan Juliet lah pokoknyaKeduanya memiliki hubungan yang erat....heheheh

Sebagai seorang guru, idealnya kita sangat memahami karakter siswa kita masing-masing dari latar belakang, kondisi sosial ekonomi, kemampuan dan diferensiasi, pasti berbeda gaya belajar untuk ditiap sekolah ditiap kelas disesuaikan dengan kebutuhan dasar manusia tentunya. 

Lantas mengapa kita "memaksakan" materi yang sama di sekolah yang berupa warna dan heterogen, seolah kita adalah raja yang seenaknya main perintah? 

Malam ini, dengan suasana syahdu berbau tanah kering sedap yang terairam air hujan sore hari dan ditemani secangkir kopi Good Day merah yang sedikit pahit tapi sedikit manis, saatnya coret coret di blog sebagai upaya saya menguatkan langkah  untuk menuju puncak kesuksesan di KBMN putaran ke 30 bersama narasumber keren Dr.MUDAFIATUN ISRIYAH, S. Pd, M. Pd sang dosen dan pengajar di FIP prodi BK UNIPAR Jember. 

*MENULIS BUKU AJAR BAGI GURU* 

Sebarapa perlu dan pentingkah  wahai sobat guru?? 

Dan, kali ini tulisan saya akan menggiring  langkah kita untuk membuat buku ajar sesuai karakteristik siswa kita. Pastinya sangat bermanfaat untuk kita sebagai GURU. 

Kita tahu sebagai guru atau pendidik pasti akan menemui istilah Bahan Ajar  VS  Buku Ajar yang menjadi ruh nya seorang guru. Pentingnya BA dalam pembelajaran akan  menjadi tuas kendali atau alat control seorang guru

Kira-kira........🙄

Apa yg terjadi jika seorang guru tidak memiliki bahan ajar? sdh tahu jawabnnya dong sobat guru..... 

Betul sekali, bahwa seorang guru haruslah memiliki visi untuk memiliki buku ajar atau bahan ajar yang akan di ajarkan pada siswa kita, kalo tidak maka laksana berlayar ke suatu pulau tapi tanpa punya kapal yang bagus sebagai armadanya,bakal terjungkal di lautan lepas dan bukannya visi tercapai malah berakhir tragis. 

So, What is BAHAN AJAR VS BUKU AJAR? 

Bahan ajar adalah segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru atau dosen dan mahasiswa dalam kegiatan belajar-mengajar. Bahan ajar dapat berupa bahan tertulis atau pun tidak tertulis.

Bahan ajar adalah seperangkat materi yang disusun secara sistematis baik tertulis maupun tidak tertulis sehingga dapat tercipta lingkungan dan suasana yang memungkinkan peserta didik untuk belajar

Buku Ajar merupakan salah satu bentuk bahan ajar.

Buku Ajar adalah buku ilmiah berupa uraian materi pembelajaran yang disusun secara logis dan sistematis dengan bahasa yang lugas, digunakan dosen dan mahasiswa dalam pembelajaran (Pannen & Purwanto, 2001)

Nah sekarang mengapa BUKU AJAR dibutuhkan saat PEMBELAJARAN? 

1. Murid kita dapat belajar sekalipun tidak ada guru

2. Murid kita dapat belajar kapan dan di mana saja

3. Murid tidak terlalu tergantung pada guru sebagai satu-satunya sumber informasi

4. Murid bisa belajar dengan kecepatan masing-masing sesuai dengan potensi 

Istilah BUKU AJAR merupakan hasil penelitian atau hasil pemikiran. Maka, seorang guru harus memiliki 3 hal untuk modal awal, yaitu penguasaan Ilmu, kemampuan berbahasa dan komitmen. 

Sebenarnya sih sangat sederhana sekali, intinya apa yg kita raancang dalam rencana pembelajaran setiap hari itu bisa di buat sebagai bahan ajar dalam buku ajar dan yang penting memuat trilogi pembelajaran ( tujuan, strategi yang digunakan, dan penilaian.  Dan dari desain atau rancangan pembelajaran harian, minggu, bulan, semstr dan tahun yang kita buat itu bisa buat bahan, tinggal kita kasih judul apa seenaknya kita lah. mau BUKU AJAR, BUKU MODUL, DIKTAT, PETUNJUK PKTIKUM atau NASKAH TUTORIAL..... what ever lah mau yang mana. 

Beda loh BUKU AJAR dengan REFERENSI atau MONOGRAF

Kalau Buku Referensi itu marupakan hasil dari penelitian atau hasil pemikiran yang dipublikasikan dalam bentuk buku yang substansi, pembahasannya pada satu bidang ilmu, ditulis mengikuti kaidah ilmiah dan disebarluaskan secara resmiasi.

Lupakan sejenak apa itu Referensi, sekarang bagaimana ya cara menyusun buku ajar?? 

1. PENATAAN INFORMASI (compilation text)

Guru/Dosen melakukan kompilasi bahan dari berbagai sumber yang telah beredar di pasaran berdasarkan RPS yang telah disusun.

2. PENGEMASAN KEMBALI (information repackaging)

Guru/Dosen melakukan pengemasan kembali dari sumber-sumber yang telah ada disesuaikan dengan kebutuhan kompetensi yang ingin dicapai dalah RPS

3. MENULIS SENDIRI (starting from scratch)

Guru/Dosen menulis sendiri berdasarkan kepakarannya berdasarkan RPS mata kuliah yang diampu. 

Sedangkan kita juga harus memperhatikan prinsip pemilihan materi dalam menyusun Buku Ajar beserta sitematika penulisannya yang sesuai,

prinsip pemilihan buku ajar antara lain: prinsip relevansi/keseuaian, prinsip keajegan/konsistensi, dan prinsip kecukupan/pas sesuai porsi(tidak kebanyakan tidak terlalu sedikit.

Kiranya cukup dulu nih, celoteh coreng moreng bahasan tentang buku ajar dan guru yang bisa saya tuangkan. Kedua  anak balita perempuan manis  saya sudah mau tidur cantik merengek dibuatin susu... abi, abi bubuk?!?, minta cucu ntat anget.... 

Ingat!!! Jangan pisahkan lho Romeo dan Julietnya.... eh, maksudnya Guru dan Buku Ajarnya. Soalnya mereka bagai dua sisi uang yang tak terpisahkan... 

Membuat buku ajar adalah bahwa  suatu tugas guru yang kompleks dan penting dalam dunia pendidikan. Dalam membuat buku ajar, guru sebagai penulis harus mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk tujuan pembelajaran, integrasi teknologi, desain interaktif,  responsif terhadap perkembangan, kolaborasi, pengujian, keberlanjutan, aksesibilitas, hak cipta, dan etika. jadi tetap dijaga semangat dan konsistensinya, selamat mencoba

Upsss....mau tutup "si Lepi" dan kalimat penutupnya saya comot dari puisi mbak Nur Dwi Yanti comel

Buku ajar, cahaya ilmu abadi

Penuh makna dan hikmah tersimpan pengetahuan tak ternilai.

Goresan tanpa suara

Teman dalam perjalanan, memahami dunia.

Buku ajar, teorema, sejarah tanpa batas

Terang benderang terpampang, menantang memberi arti.

Buku ajar petualangan tak terbatas,

Menjelajah tentang diri dan alam.

Buku ajar teman sejati, 

Jendela menuju dunia tanpa batas.

Jadiii... 

Apabila kamu telah selesai dengan suatu urusan, maka segera kerjakanlah urusan yang lain.

Salah satu tanda kita masih mencintai kehidupan adalah dengan terus bergerak. 

Bergerak maju menjemput impian, dan bukan jalan ditempat, apalagi mundur kebelakang untuk mengingat kenangan. Sebab masa lalu hanyalah kenangan   bukan diratapi dan dipertanyakan. 

Maka teruslah bergerak maju ke depan jadi Guru yang menjemput Visi dan Mimpi dengan Buku Ajar sebagai Bahan Ajar. 

ILU🥰😍😘



Komentar

Posting Komentar